KBI prihatin gejala penurunan kesadaran masyarakat atas Pancasila

KBI prihatin gejala penurunan kesadaran masyarakat atas Pancasila

Burung Garuda (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Jakarta (ANTARA News) - Komunitas Bela Indonesia (KBI) menyatakan prihatin atas memudarnya kesadaran masyarakat untuk meneguhkan ideologi Pancasila sebagai perekat bangsa, akhir-akhir ini.

Oleh karena itu kesadaran untuk menumbuhkan dan menguatkan Pancasila sebagai ideologi tidak bisa hanya menjadi ranah pemerintah. Indonesia sebagai rumah bersama harus dirawat oleh semua elemen bangsa, kata Anick HT, koordinator program KBI di Jakarta, Minggu.

Dalam keterangan persnya, Anick mengatakan, dalam rangka upaya tersebut, Komunitas Bela Indonesia dibentuk dan mengadakan Pelatihan Juru Bicara Pancasila di 25 provinsi. Kali ini bekerjasama dengan Institut Sikola Mombine Palu akan mengadakan Pelatihan Juru Bicara Pancasila sesi ke-3 pada 21–24 September 2018 di Palu, Sulawesi Tengah.

Sementara itu, Fira Tyasning Tri Utari, ketua panitia partner lokal dari Institut Sikola Mombine, mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat penting dilakukan mengingat di Sulawesi Tengah, Poso dan Palu, sempat terjadi konflik sosial yang berujung pada kerusuhan antar kelompok/agama/etnis. Di sisi lain, Sulteng punya kearifan lokal yang dipercaya sebagai budaya pemersatu.

"Harapan kami dengan adanya pelatihan juru bicara Pancasila ini akan mengembalikan semangat lokal tentang nilai-nilai keberagaman dan Pancasila sehingga bisa menjadi fenomena anak muda kekinian yang menjadi keren untuk diperbincangkan dan diperjuangkan," ujarnya.

Sebelumnya, KBI telah menghelat pelatihan perdana untuk wilayah Jabodetabek pada 31 Agustus hingga 3 September 2018 di Bogor.

Sesuai hasil diskusi, para peserta sepakat untuk mengadakan program utama lanjutan yang bernama, "Camp of Love", yang akan mempertemukan kaum muda lintas agama dalam satu kemah bersama untuk merekatkan dan menjembatani anak-anak muda serta generasi milennial dengan latar belakang yang beragam untuk berinteraksi dan memperbincangkan keberagaman.

Komunitas itu sendiri telah memproduksi buku rujukan utama berjudul Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia, yang ditulis oleh Denny JA dan Tim. Di samping itu, menurut penjelasan Anick HT, mereka juga menyiapkan seluruh materi, baik isu maupun skill, berupa slide power point maupun dalam bentuk serial video, untuk dimanfaatkan oleh khalayak yang hendak mengadakan pelatihan sejenis di manapun.

"Saya percaya orang baik di negeri ini lebih banyak daripada orang-orang yang ingin memecah-belah. Kami ingin sebanyak mungkin elemen bangsa ini peduli terhadap keutuhan dan kedamaian negeri ini. Dan setelah peduli, lalu melakukan sesuatu, sekecil apapun. Jika Anda berminat, ikuti informasinya di akun kami: Facebook (Jaringan Komunitas Bela Indonesia), IG & Twitter (@jaringankbi)," kata Anick.

KBI juga menyiapkan program lanjutan, agar alumni pelatihan juga melakukan kerja-kerja dan kampanye kebangsaan dalam bentuk aksi nyata sehingga pelatihan ini tak berhenti di ruangan saja tetapi juga bisa aplikatif di lapangan, bahkan mungkin menginspirasi yang lain untuk turut menjaga Indonesia sebagai rumah bersama yang damai.

Pewarta: Ruslan Burhani
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar