Soba mewarnai peringatan 45 Tahun Kemitraan Jepang-ASEAN

Soba mewarnai peringatan 45 Tahun Kemitraan Jepang-ASEAN

Buckwheat soba dengan saus karasumi pasta menjadi salah satu sajian yang dihidangkan dalam acara pengenalan kuliner dan budaya makan Jepang, untuk memperingati 45 Tahun Kerja Sama Jepang dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Jakarta, Senin (24/9). (ANTARA/Yashinta Difa)

Jakarta (ANTARA News) - Berbagai olahan soba menjadi sajian dalam acara pengenalan kuliner dan budaya makan Jepang, untuk memperingati 45 Tahun Kerja Sama Jepang dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Mi soba dengan saus karasumi pasta, kakiage soba, soba dango dessert sebagai makanan pencuci mulut, hingga teh soba dicicipi oleh para duta besar dan sejumlah undangan di ASEAN Secretariat, Jakarta, Senin.

"Soba biasanya tumbuh di daerah pegunungan Jepang. Nutrisinya lebih kaya daripada beras sehingga baik untuk dikonsumsi setiap hari," kata Duta Besar Jepang untuk ASEAN Kazuo Sunaga saat memberikan sambutan.

Tumbuhan serealia yang bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan dan minuman ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang.

Meskipun masyarakat Indonesia sudah cukup akrab dengan makanan Jepang seperti sushi dan ramen, namun menurut Dubes Sunaga soba belum banyak dikenal masyarakat di Tanah Air.

"Karena itu saya ingin memperkenalkan kenikmatan soba. Masyarakat Jepang sangat sering makan soba terutama untuk makan siang, kami menyukainya karena teksturnya yang ringan," kata dia.

Jenis gandum dengan nama Latin Fagopyrum esculentum ini juga merupakan salah satu makanan tradisional Jepang (washoku) yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda pada 2013.

Menurut Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Urusan Komunitas dan Korporasi AKP Mochtan, pemilihan soba sebagai sajian kuliner untuk memperingati persahabatan Jepang dan ASEAN sangat tepat.

"Masyarakat Jepang punya tradisi makan toshikoshi soba saat Tahun Baru sebagai simbol sambung-menyambung. Ini juga yang diharapkan agar hubungan antara Jepang dan ASEAN bisa terus sambung-menyambung," tutur Mochtan.

Menikmati soba juga bisa menjadi salah satu cara memahami budaya masyarakat Jepang yang sangat menghargai waktu, karena pada umumnya masyarakat Jepang memakan soba yang dijual di dekat stasiun-stasiun kereta, sambil berdiri.

"Ada namanya tachigui soba yaitu mi soba yang dijual di kedai-kedai dekat stasiun kereta, biasanya orang menyantapnya sambil berdiri," kata Mochtan.

Mochtan berharap kemitraan strategis Jepang dan ASEAN yang telah terjalin selama 45 tahun bisa terus ditingkatkan bukan hanya pada sektor-sektor kerja sama tetapi juga hubungan antarmasyarakatnya. 

Baca juga: Mencicipi olahan ikan tai dari Jepang

Baca juga: Mencicip mekanan pembuka halal khas Jepang

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar