counter

BMKG deteksi 21 titik panas di Sumatera

BMKG deteksi 21 titik panas di Sumatera

Helikopter melakukan pemadaman kebakaran lahan (water boombing) di Desa Kayu Labu, Pedamaran Timur, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Rabu (18/7/2018). Untuk menyukseskan penyelenggaraan Asian Games 2018 tanpa asap (ANTARA /Nova Wahyudi)

Pekanbaru (ANTARA News) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mendeteksi ada 21 titik panas di Sumatera yang menjadi indikasi awal kebakaran hutan dan lahan pada Senin sore di mana paling banyak (11 titik panas) terjadi di Provinsi Riau.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru yang terakhir diperbarui, Riau mendominasi jumlah titik panas di Pulau Sumatera yakni 11 titik. Selain Riau Sumatera Selatan terdapat lima titik, Lampung dan Bangka Belitung masing-mmasing dua titik dan Bengkulu satu titik.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno menyatakan titik panas di Riau paling banyak di Kabupaten Pelalawan dengan empat titik, Siak dan Kepulauan Meranti masing-masing tiga titik dan Indragiri Hulu ada satu titik.

Selain itu, ada dua titik yang memiliki tingkat keakuratan (level of confidence) di atas 70 persen, sehingga dipastikan adalah titik api.

"Dua titik tersebut di Pelalawan dan Kepulauan Meranti," katanya.

Stasiun Klimatologi Riau sebelumnya juga menyatakan sejumlah area di Kabupaten Pelalawan punya risiko tinggi terjadi kebakaran hutan dan lahan, karena adanya hari tanpa hujan lebih dari seminggu.

Ia menambahkan, jarak pandang di Kota Pekanbaru mencapai 10 kilometer (km), Rengat 8 km, Dumai 6 km, dan Pelalawan 10 km.

Sementara itu, Kota Pekanbaru pada sore ini cerah berawan dan belum ada tanda akan turun hujan.

Baca juga: Modifikasi cuaca masih jadi andalan atasi karhutla
Baca juga: Polda Kalteng tahan delapan dari 31 tersangka pembakar lahan

 

Pewarta: Febrianto Budi Anggoro
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar