"Tetapi kemungkinan Bank Indonesia akan menjaga rupiah untuk tidak tembus di atas Rp14.900 per dolar AS"
Jakarta (ANTARA News) - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan tidak akan menembus angka Rp14.900 hari ini, meskipun mata uang Asia melemah terhadap dolar.

Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak melemah sebesar lima poin menjadi Rp14.875 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.870 per dolar AS.

Ekonom Sasmuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih, di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa pagi ini, mata uang kuat Asia seperti dolar HongKong dan dolar Singapura yang bergerak melemah terhadap dolar AS menjadi sentimen negatif bagi rupiah.

"Tetapi kemungkinan Bank Indonesia akan menjaga rupiah untuk tidak tembus di atas Rp14.900 per dolar AS," katanya.

Ia memperkirakan mata uang rupiah bergerak di kisaran antara Rp14.870 hingga Rp14.890 per dolar AS pada perdagangan valas hari ini (Selasa, 25/9).

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada menambahkan pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh aksi pelaku pasar uang yang menahan diri untuk masuk ke aset mata uang berisiko menjelang pertemuan komite pasar terbuka The Fed (FOMC).

"Pelaku pasar menanti hasil pertemuan FOMC pekan ini, di tengah situasi itu membuat laju dolar AS cenderung diminati sebagai safe haven," katanya.

Ia mengatakan minimnya sentimen positif dari dalam negeri turut membuat laju mata uang rupiah cenderung kembali melemah terhadap dolar AS.

Baca juga: Rupiah melemah tipis jadi Rp14.875

Baca juga: Dolar sedikit melemah di tengah data terbaru ekonomi AS

 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2018