Jadi pramugari tak cukup bermodal cantik

Jadi pramugari tak cukup bermodal cantik

Sisi Asih, seorang influencer dan juga pramugari Garuda Indonesia ditemui dalam acara Dove #CantikSatukanKita di Jakarta, Selasa (25/9/2018). (Antara/Maria Cicilia Galuh)

Jakarta (ANTARA News) - Menjadi pramugari ternyata tidak cukup bermodalkan paras cantik, karena profesi itu memerlukan ragam keahlian dan pengetahuan untuk menangani penumpang di pesawat udara.

Influencer media sosial dan pramugari maskapai Garuda Indonesia, Sisi Asih, mengungkapkan menjadi pramugari tidaklah mudah, bahkan setiap tahun harus mengikuti ujian untuk menjaga berkualitas.

"Pramugari harus bisa jadi suster, kalau ada yang lahiran, pendarahan, asalkan kita tahu 'basic'. Pemadam kebakaran, satpam untuk menegur yang main handphone tapi harus selalu senyum," ujar Sisi dalam acara Dove "Cantik Satu Kan Kita" di Jakarta, Selasa.

Dia melanjutkan, "Jadi enggak cuma cantik, attitude penting. Kita harus memperbanyak ilmu pengetahuan agar lebih berkualitas dan relationship."

Sisi tidak menampik jika penampilan fisik memang menjadi penilaian. Namun kalau tidak dibarengi dengan pengetahuan akan tersingkir.

"Penampilan memang yang utama karena akan menjadi yang pertama berhadapan dengan orang lain. Jadi suka tidak suka, kita harus mencerminkan bangsa, ini lho orang Indonesia. Kemudian yang penting lagi itu, ilmu pengetahuan agar orang tahu masyarakat Indonesia pintar," papar Sisi.

Meski demikian, Sisi sering mendapat komentar buruk dari warganet di akun sosial medianya karena sebagian masyarakat tidak memahami profesi itu.

"Belajar mental juga ya. Di kehidupan luar, banyak yang berkomentar negatif, tapi saya membangun kepercayaan diri dan saya tidak serendah yang dipikirkan orang," tutup Sisi.

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar