counter

CEO Tokopedia ungkap ilmu wirausaha "the power of kepepet"

CEO Tokopedia ungkap ilmu wirausaha "the power of kepepet"

(Kika) Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir, CEO/Founder Tokopedia William Tanuwijaya, musisi Abdee Negara, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Deputi Antar Lembaga dan Wilayah Bekraf Endah Sulistianti, dalam konferensi pers WCCE di Jakarta, Selasa (25/9/2018). (ANTARA News/Aji Cakti)

"Menariknya, kebanyakan melakukannya juga karena the power of kepepet"
Jakarta (ANTARA News) - CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengungkapkan ilmu yang mampu mendorong anak muda memiliki kreativitas yaitu the power of kepepet, namun tetap anak muda harus diberikan ruang yang lebih untuk berkarya dan mengembangkan industri ekonomi kreatif di Tanah Air.

"Berikan mereka ruang untuk berkarya," kata William dalam jumpa pers tentang penyelenggaraan Konferensi Dunia Ekonomi Kreatif (WCCE) 2018 di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, di Indonesia ada satu "ilmu" yang terkait erat dengan kreativitas yaitu "the power of kepepet", yang biasa dilakukan oleh anak muda sejak dahulu.

Ia sendiri juga mengakui bahwa dirinya menjadi pengusaha juga karena kepepet karena keadaan yang ada, sehingga akhirnya tercebur di dunia kewirausahaan.

Platform bisnis yang dijalankannya, yaitu Tokopedia, sama sekali tidak menjual produk sendiri, tetapi merupakan produk dari orang lain yang ingin menjual barang-barang yang dimilikinya.

Pada saat ini, ungkap dia, di Tokopedia terdapat lebih dari empat juta penjual, dan 70 persennya adalah pebisnis baru. "Menariknya, kebanyakan melakukannya juga karena the power of kepepet," ucapnya.

Ia menambahkan, dengan berkembangnya platform digital seperti Tokopedia, maka juga meningkatkan pemberdayaan kaum perempuan.

William mengingatkan, Presiden Jokowi juga menyatakan keinginannya agar Indonesia dapat menjadi kekuatan digital utama di Asia Tenggara pada 2020.

Sebelumnya, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan pemerintah mendorong pemasaran produk UKM melalui jaringan perusahaan dagang dalam jaringan (daring) global seperti Alibaba yang dimiliki oleh pengusaha asal China, Jack Ma.

"Ini kesempatan yang seluas-luasnya, karena tidak ada lagi gap dengan pasar (bila menggunakan internet sebagai sarana pemasaran)," kata Triawan Munaf dalam konferensi pers di Jakarta awal September 2018.

Menurut dia, Jack Ma  memberikan kesempatan kepada produk Indonesia untuk dapat dipasarkan pada tanggal 11 November yang dikenal sebagai Single`s Day di Alibaba.

Syaratnya, kata dia, antara lain sudah harus dikenal oleh konsumen China dan bisa memenuhi banyaknya permintaan dari konsumen laman dagang tersebut. "Sekarang (Alibaba) bisa mengirim hingga 100 juta paket sehari, ke depannya mereka akan mengirim hingga 1 miliar paket per hari," katanya.

Disepakati yang dijual adalah salah satu merek kerupuk dan merek kopi saset yang dikenal luas di Indonesia, serta di China.


Baca juga: Di Universitas Muhammadiyah, Sandiaga berbagi tips jadi wirausaha sukses

Baca juga: Bekraf sebut ekonomi kreatif masa depan dunia

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar