Hambatan yang dihadapi penyandang disabilitas yaitu hambatan lingkungan, infrastruktur, hambatan perilaku dan pola pikir..
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Himpunan Wanita Penyandang Disabilitas (HWDI) Maulani mengatakan, penyandang disabilitas adalah orang normal yang memiliki keterbatasan.

"Kami normal, makannya sama, kami juga butuh tidur sama seperti yang lain. Kami ini sebenarnya manusia biasa kami hanya tidak bisa berpartisipasi dan mengalami hambatan," kata Maulani di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan, saat ini undang-undang juga memakai istilah penyandang disabilitas, artinya konsep disabilitas itu mengangkat hambatan.

Selama ini, katanya, orang-orang masih menggunakan kata difabel atau penyandang cacat, tapi dengan istilah penyandang disabilitas yang berupaya mengangkat hambatan, menjadikan mereka yang punya kekurangan dan tidak mampu menjadi mampu.

Hambatan yang dihadapi penyandang disabilitas yaitu hambatan lingkungan, infrastruktur, hambatan perilaku dan pola pikir.

"Terutama pola pikir, sikap masyarakat kepada kami sehingga kami tidak bisa beraktifitas," tambah dia.

Lebih lanjut, dia menjelaskan istilah difabel merupakan serapan dari "different to able".

Menurut dia banyak istilah yang digunakan untuk memperhalus tapi malah mengurangi substansi, menyumirkan apa yang tengah diperjuangkan penyandang disabilitas.

Karena itu diharapkan penyelenggaraan ajang olahraga bagi penyandang disabilitas, Asian Para Games (APB), di mana Jakarta menjadi tuan rumah pada 6-13 Oktober mendatang dapat mewujudkan Indonesia sebagai negara yang lebih ramah disabilitas.

Baca juga: Kemensos siapkan enam mobil akses penyandang disabilitas
Baca juga: Penyandang disabilitas belum terperhatikan
Baca juga: Anies: APG momentum perbaiki kesetaraan bagi penyandang disabilitas

 

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Arief Mujayatno
Copyright © ANTARA 2018