Akibat subsidi habis, penerbangan perintis Seruyan dihentikan

Akibat subsidi habis, penerbangan perintis Seruyan dihentikan

Ilustrasi. Pesawat terbang melayani penerbangan perintis. (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)

Namun pada dasarnya kami di bandara ini tetap operasional dan bekerja seperti biasanya, hanya saja tanpa adanya aktivitas penerbangan untuk sementara waktu
Kuala Pembuang, Kalteng (ANTARA News) - Aktivitas penerbangan di Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, yang melayani penerbangan perintis dihentikan sementara mulai September hingga Desember 2018, karena dana subsidi yang dialokasikan telah habis.

"Namun pada dasarnya kami di bandara ini tetap operasional dan bekerja seperti biasanya, hanya saja tanpa adanya aktivitas penerbangan untuk sementara waktu," kata Kepala Bandara Kuala Pembuang Harianto di Kuala Pembuang, Rabu.

Selama ini penerbangan perintis di Bandara Kuala Pembuang mendapatkan bantuan berupa subsidi perintis. Tahun ini subsidi hanya cukup untuk sekitar 53 kali penerbangan dan itu telah habis digunakan sehingga penerbangan dihentikan sementara.

Saat kondisi normal, dalam satu minggunya ada dua kali penerbangan yaitu Senin dan Jumat, dengan rute Kuala Pembuang- Palangka Raya dan Kuala Pembuang- Banjarmasin. Keduanya dilakukan dengan sistem pergi pulang.

Dari dua rute yang tersedia, untuk rute Kuala Pembuang- Palangka Raya jumlah penumpangnya sangat sedikit. Biasanya hanya mencapai sekitar 40 persen atau sekitar 4 hingga 6 orang penumpang dari total 12 kursi yang tersedia.

Masyarakat lebih banyak memilih menggunakan transportasi darat, sebab akses jalan penghubung antara Kuala Pembuang-Sampit-Palangka Raya cukup bagus, meski membutuhkan waktu tempuh sekitar tujuh jam. Umumnya masyarakat menggunakan jasa travel ataupun kendaraan pribadi.

Menurutnya, kondisi berbeda terjadi pada rute penerbangan Kuala Pembuang- Banjarmasin. Setiap penerbangan, jumlah penumpang mencapai antara 80 hingga 100 persen dari total 12 seat yang tersedia.

"Wajar saja, karena jarak tempuh antara Kuala Pembuang- Banjarmasin jika melalui jalur darat biasanya menghabiskan waktu sekitar 13 jam. Sehingga, jalur udara pun seringkali menjadi pilihan utama bagi warga," ujarnya.

Untuk meningkatkan aktivitas di Bandara Kuala Pembuang ada wacana untuk membuka jalur penerbangan ke Pulau Jawa, seperti tujuan kota Semarang atau Surabaya.

Harianto mengungkapkan memang benar sudah ada maskapai penerbangan yang melakukan komunikasi dengan pihaknya untuk membuka rute penerbangan ke Semarang. Namun realisasinya tertunda karena keterbatasan sarana bandara, khususnya landas pacu yang masih kurang panjang.

Baca juga: Bandara Kuala Pembuang berganti nama Kapten Mulyono

Pewarta: Norjani
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pertemuan air tawar dan laut dengan 1000 cemara di pantai bakau

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar