counter

Ribuan personel amankan kunker Presiden Jokowi di Solo

Ribuan personel amankan kunker Presiden Jokowi di Solo

Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara ulang tahun ke-50 Kadin di Jakarta, Senin malam. (Agus Salim)

Solo (ANTARA News) - Ribuan personel tim gabungan telah siap mengamankan kunjungan kerja tamu "VVIP", Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Ibu Negara bersama rombongan di Kota Solo, Jawa Tengah.

Sebanyak 1.972 personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, Dishub, BPOM, DLLAJR, PDAM, PLN dan Dinas Kesehatan disiapkan untuk pengamanan kunker Presiden RI dan Ibu Negara serta rombongan di Wilayah Surakarta, kata Komandan Korem 074/Warastratama Kolonel Inf Widi Prasetijono selaku Dansatgas Pamwil disela memimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan (PAM) VVIP RI-1, di Lapangan Makorem 074/Warastratama, di Solo, Kamis.

Danrem mengatakan pengamanan VVIP Kunker Presiden RI dan rombongan tersebut harus berjalan dengan sukses, berhasil, dan tidak boleh gagal. Presiden kunker di Solo, dijadwalkan akan menghadiri Kongres Ke-24 PWI 2018.

Oleh karena itu, kata Danrem setiap Dansatgas dan Subsatgas dituntut untuk mampu melaksanakan tugasnya dengan maksimal, serta mampu dalam menghadapi berbagai situasi yang mungkin terjadi di lapangan.

Apel gelar pasukan ini, menggambarkan totalitas kesiapan pengamanan, mulai dari H-1 hingga selesai kunker Presiden RI dan Ibu Negara Hj Iriana Joko Widodo beserta rombongan di wilayah Korem 074/Warastratama.

Danrem meminta pada pelaksanaan pengamanan, masing-masing satuan tugas harus menguasai dan melaksanakan tugas sesuai dengan sektor dan wilayah tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya serta saling berkoordinasi antar-satuan tugas demi suksesnya tugas.

"Terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kuasai setiap titik pengamanan, perempatan jalan, kantong parkir serta obyek kegiatan. Pastikan tidak terjadi penumpukan kendaraan dan kumpulan massa yang mengakibatkan kemacetan di rute yang dilewati ataupun kericuhan di tempat acara" tutur Danrem.

Selain itu, kata Danrem juga perlu diwaspadai dan diantisipasi perkembangan situasi wilayah dan potensi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan dalam pelaksanaan tugas seperti aksi unras, kemungkinan adanya aksi teror, sabotase, gangguan di sepanjang rute yang dilewati dan adanya spanduk yang bersifat provokatif yang mungkin dipasang di jalan yang digunakan.

"Kami tidak boleh kecolongan dan harus semaksimal mungkin melakukan segala upaya untuk mengamankan dan sekaligus menjamin kelancaran seluruh tahapan dan rangkaian kegiatan Presiden RI di wilayah ini," ujar Danrem mengakhiri amanatnya.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar