BMKG deteksi 76 titik panas di Sumatera

BMKG deteksi 76 titik panas di Sumatera

Petugas pemadam kebakaran dibantu polisi dan warga berusaha memadamkan api kebakaran lahan di Pekanbaru, Riau, Selasa (17/7/2018) malam. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

Sebanyak 29 merupakan titik api atau dipastikan merupakan kebakaran hutan dan lahan
Pekanbaru (ANTARA News) - Sebanyak 76 titik panas terdeteksi di Pulau Sumatera, Jumat pagi, yang sebagian besar yakni 32 titik panas di antaranya terdeteksi di daerah pesisir Provinsi Riau.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyebutkan, Riau "menyumbang" 32 titik, sedangkan Sumatera Selatan ada 15 titik, Bangka Belitung 18 titik, Lampung delapan titik, dan Jambi tiga titik panas.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno mengatakan, sebanyak 28 titik panas di Riau  tersebar di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dan masing-masing dua titik di Indragiri Hulu dan Pelalawan.

Jumlah titik panas di Provinsi Riau mengalami peningkatan dibandingkan sehari sebelumnya, yang pada Kamis pagi tercatat ada 23 titik.

Dari jumlah tersebut, 29 yang merupakan titik api atau dipastikan merupakan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). "Dari 29 titik api, ada 27 titik di Inhil dan dua di Inhu," katanya.

BMKG menggunakan Satelit Terra dan Aqua, yang terakhir datanya diperbarui Jumat pukul 06.00 WIB.

 BMKG memprakirakan hari ini di Riau dalam kondisi cerah berawan, sehingga tidak ada hujan yang signifikan bisa membantu proses pemadaman Karhutla.

Hujan ringan hanya bersifat lokal,  dan kemungkinan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir dan Kota Dumai.

Suhu udara akan berkisar 24 hingga 34,5 derajat Celcius. Ini artinya suhu udara Riau jauh lebih panas dari sebelumnya (Kamis), yang maksimal mencapai 33 derajat Celcius.

Kelembapan udara mencapai 45 hingga 95 persen, dan angin berhembus dari arah Tenggara ke Barat Daya dengan kecepatan 09 hingga 27 Km/jam.

Baca juga: BMKG deteksi 21 titik panas di Sumatera
Baca juga: Kabut asap tunda 7 penerbangan di Syamsudin Noor Kalsel
 

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar