Sosok

Atlet taekwondo Defia Rosmaniar galang dana untuk korban Palu

Atlet taekwondo Defia Rosmaniar galang dana untuk korban Palu

Warga mencari jenazah kerabatnya di antara jenazah korban gempa yang dikumpulkan di halaman RS Bhayangkara, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). BNPB merilis jumlah korban yang meninggal dunia akibat gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu tercatat 420 orang hingga Sabtu (29/9) malam. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.

Jakarta (ANTARA News) - Atlet taekwondo Defia Rosmaniar turut menggalang dana untuk membantu korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

Melalui akun Instagram, peraih medali emas pertama di Asian Games 2018 itu bekerjasama dengan PPPA Daarul Quran mengajak orang-orang membantu para korban bencana.

"Mari ikut bersama Defia Rosmaniar membantu saudara kita yang terdampak musibah gempa dan tsunai di Sulawesi Tengah. Simpati, doa dan bantuan Anda akan sangat dinanti," tulis unggahan tersebut.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

HIJRAH HIJAB ALA DEFIA ROSMANIAR . Kisah sukses Defia Rosmaniar, 23 tahun, menjadi peraih medali emas pertama di Asian Games 2018 ternyata sebuah hasil dari proses panjang. Tidak dengan cara mudah. Hijabers asal Bogor ini sudah menggeluti taekwondo sejak duduk di bangku SMP karena diwajibkan ikut ekstrakurikuler dan aku ikut taekwondo. . Tantangan dan rintangan silih berganti ia hadapi demi meraih impian menjadi atlet taekwondo. Sempat pula kedua orang tua tak merestui karena ditentang oleh orangtuanya karena tempat latihan yang jauh, waktu sekolah terganggu, beberapa kali pingsan dan muntah waktu latihan. Bahkan, tak sempat mengantar jenazah sang ayah yang wafat ketika Defia masih mengikuti pemusatan pelatihan di Korea Selatan jelang Asian Games lalu. . Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta ini pun baru setahun mengenakan hijab sejak setahun yang lalu. Usai meraih perungu di SEA GAMES 2017, ia makin mantap berhijab. Dan terbukti hijab tak menghalang abak ketiga dari lima bersaudara ini untuk berprestasi lebih tinggi. Medali emas pun diraih dalam ASIAN GAMES 2018 beberapa waktu lalu. . "Malah untungnya kalau kita latihan di outdoor jadi ketutupan, kalau yang lain kan pakai sunblock terus luntur gitu nah kalau aku ngerasa dilindungi, alhamdulilah untungnya pakai hijab juga gitu," kata Defia. . Euforia Asian Games sudah berlalu. Kini Defia menatap target prestasi yang lebih tinggi. Membahagiakan sang ibu menjadi prioritasnya. Rencana mengajak ibu ke tanah suci pun dengan berbekal hadiah dan penghargaan yang ia terima sebagai peraih medali emas. . Dengan ketulusan hatinya, Defia Rosmaniar dan PPPA Daarul Quran mengetuk kedermawanan Anda untuk membantu para korban bencana yang melanda di tanah air. Mari ikut bersama Defia Rosmaniar membantu saudara kita yang terdampak musibah gempa dan tsunai di Sulawesi Tengah. Simpati, doa dan bantuan Anda akan sangat dinanti. . REKENING KEMANUSIAAN BCA 603 0750 444 BCA 128 000 603 0842 atas nama Yayasan Daarul Quran Nusantara Untuk memudahkan pencatatan, tambahkan kode unik Rp.301 Contoh: Rp.1.000.301 Konfirmasi Donasi via whatsapp ke 085710100093 . #BerkahDenganSedekah #nyatauntukindonesia #Bencana #Palu #Gempa #PrayForPal

A post shared by defia rosmaniar (@defiarosmaniar) on


Pada Jumat, 28 September petang, gempa berkekuatan magnitudo 7,4 yang juga menyebabkan tsunami mengguncang wilayah Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Hari ini Presiden Joko Widodo bertolak ke Palu, Provinsi Sulawesi Tengah untuk meninjau langsung daerah terdampak gempa dan tsunami.

Baca juga: Presiden ke Palu tinjau daerah terdampak gempa

Baca juga: Pasca gempa, Pasha "Ungu" dan istri tidur di tenda pengungsi

Baca juga: Pertamina penuhi kebutuhan avtur Palu-Donggala

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Selama 12 jam, dua Kabupaten di Sulteng diguncang 42 kali gempa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar