26 pasien RSUD Undata Palu dititipkan di halaman Polda

26 pasien RSUD Undata Palu dititipkan di halaman Polda

Para korban gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) dan tsunami di Palu-Donggala Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). (Istimewa/BNPB)

Setelah dirujuk dari RSUD Undata ada korban yang meninggal  di rumah sakit lain
Gorontalo (ANTARA News) - Sebanyak 26 pasien dari rumah sakit umum daerah (RSUD) Undata Palu dititipkan di halaman Polda Sulteng karena  kondisi bangunan rumah sakit itu banyak yang mengalami kerusakan pascagempa Jumat (28/9).

Pantauan wartawan ANTARA Susanti Sako dari Palu, Senin pagi, sebenarnya ada 68 pasien di RSUD itu, namun yang dititipkan ke posko di halaman Polda sebanyak 26 orang demi keamanan dari ancaman terjadinya gempa susulan selain pasien-pasien tersebut masih membutuhkan penanganan medis.

Umumnya pasien mengalami cedera patah tulang dan memerlukan oksigen, sehingga  ada pasien dari  RSUD UNdata yang dirujuk ke rumah sakit Bhayangkara dan rumah sakit lainnya.

"Setelah dirujuk dari RSUD Undata ada korban yang meninggal  di rumah sakit lain," kata tim medis posko Polda, Joko Naslam.

Lebih lanjut dikatakannya, anak-anak juga membutuhkan tempat tidur yang layak karena kondisi terbuka, rawan kena ISPA dan demam.

Tenaga medis yang siaga di posko sebanyak lima orang, satu orang relawan dan juga dua dokter dari RS Antapura.

Baca juga: Presiden minta evakuasi korban gempa Palu jadi prioritas pertama

Sementara tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Trianto Bialangi mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim medis gabungan untuk membantu korban gempa di Palu.

Tim tersebut telah berangkat sejak Sabtu (29/9) dan telah tiba di Palu lalu memberi layanan kesehatan kepada korban.

Menurut dia, tim itu hasil kerja sama pemerintah provinsi Gorontalo, Ikatan Dokter Indonesia Gorontalo dan RSUP Kandou di Sulawesi Utara.

Tim pemprov terdiri dari Dinkes Provinsi Gorontalo, RS Aloei Saboe, RS MM Dunda, KKP, PPNI, Dinkes Kabupaten Gorontalo.

"Totalnya ada 43 orang tenaga medis yang terdiri dari dua dokter bedah bedah umum, dua dokter bedah tulang, satu spesialis penyakit dalam dan dua dokter umum.

Kemudian delapan perawat, dua anestesi, 11 perawat gawat darurat, tiga ahli farmasi, satu ahli gizi, satu tenaga kesehatan masyarakat dan sembilan sopir. 

Baca juga: Kementerian PUPR kirim alat berat dan peralatan sanitasi
 

Pewarta: Susanti Sako
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kemensos serahkan Jadup untuk korban bencana Sulteng

Komentar