ACT kirim kapal kemanusiaan ke Sulteng

ACT kirim kapal kemanusiaan ke Sulteng

Sejumlah bantuan sembako dari Presiden Joko Widodo siap dibagikan kepada warga korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). ANTARA FOTO/ Akbar Tado/wsj

Dalam waktu dekat kita akan kirim kapal kemanusiaan untuk mendistribusikan logistik
Jakarta  (ANTARA News) - Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengirimkan kapal kemanusiaan untuk penanganan dampak gempa bumi bumi dan tsunami di Donggala dan Palu serta sejumlah daerah lainnya yang terdampak bencana tersebut di Sulawesi Tengah.

"Dalam waktu dekat kita akan kirim kapal kemanusiaan untuk mendistribusikan logistik, khususnya makanan untuk mencegah pengungsi kelaparan," kata Wakil Presiden ACT Insan Nurrohman di Jakarta, Senin.

Kapal kemanusiaan tersebut akan membawa 1.000 ton beras dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, 500 ton logistik campur dari Pelabuhan Tanjung Priok dan menyusul dari cabang-cabang ACT lainnya.

Lebih lanjut Insan mengatakan, berbagai bantuan logistik tersebut termasuk tenda darurat akan diangkut dengan kapal TNI AL direncanakan pada 10-12 Oktober mendatang.

Selain itu, ACT juga akan memberangkatkan relawan dan dalam sepekan akan memobilisasi 500 relawan berkeahlian khusus.

"Pengiriman relawan medis sangat dibutuhkan karena terkait masa tanggap darurat menjadi sasaran kita adalah penyelamatan. Maka bagaimana kita bisa menyelamatkan sebanyak-banyaknya korban bencana," katanya.

Selain mendistribusikan bantuan, fokus utama pada masa tanggap darurat pascagempa 7,4 SR yang mengguncang Donggala pada Jumat (28/9) petang, ACT juga memprioritaskan menyisir semua area bencana untuk pastikan semua pengungsi tertangani dengan baik.

ACT mendata sebanyak 1.203 korban meninggal dunia dan korban luka berat sebanyak 540 orang, serta diperkirakan sebanyak 16.732 orang mengungsi akibat bencana tersebut.

Baca juga: ACT: Korban meninggal gempa Sulteng capai 1.203 orang
Baca juga: Pertamina terus salurkan solar untuk PLN dan rumah sakit di Palu-Donggala

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar