"Aja Lamis" membuka festival piano klasik Swedia

"Aja Lamis" membuka festival piano klasik Swedia

Kelompok gamelan Gongbron yang beranggotakan musisi berkewarganegaraan Indonesia dan Swedia tampil membuka Festival Debussy di Stockholm, Swedia, Minggu (30/9) (KBRI Stockholm)

Jakarta (ANTARA News) - Langgam Jawa "Aja Lamis" yang dibawakan oleh kelompok gamelan Gongbron menggema di Eric Ericssonhallen, Stockholm, Swedia pada Minggu (30/9) sekaligus membuka Festival Debussy 100 yang menghadirkan pianis kawakan dari Kawasan Skandinavia.

Alunan musik gamelan Jawa berhasil memukau ratusan penonton yang hadir menyaksikan. Penampilan ini sangat istimewa mengingat beberapa karya komposer musik klasik asal Prancis, Claude Debussy, terinpirasi oleh musik gamelan.  

"Penampilan gamelan Jawa untuk membuka Festival Debussy menjadi sebuah kehormatan bagi Indonesia," ujar Duta Besar RI untuk Swedia Bagas Hapsoro dalam keterangan tertulis kepada Antara, Senin.

Penampilan seni dan budaya juga diharapkan menjembatani hubungan Indonesia dan Swedia dalam meningkatkan kerja sama dan hubungan antarmasyarakat (people to people contact).

Penampilan gamelan Jawa itu dibawakan oleh 13 musisi gamelan berkewarganegaraan Swedia dan Indonesia, yang dipimpin oleh Urban Wahlstedt, seorang warga Swedia yang telah mendalami gamelan dan wayang kulit sejak lama. 

Para pianis Swedia dimanjakan dengan langgam Jawa “Aja Lamis” yang membawa mereka pada perjalanan waktu ketika Debussy terpukau oleh alunan gamelan di Festival Paris Exposition Universelle pada 1889.

Di akhir penampilannya, grup gamelan mendapat standing ovation dari para musisi Skandinavia yang hadir. 

Professor Stefan Bojsten selaku produser festival tersebut menyampaikan kegembiraannya melihat grup gamelan Gongbron dapat hadir membuka Festival Debussy, 

”Gamelan telah menginspirasi karya-karya komposer dunia seperti Claude Debussy dan Erik Satie, sehingga kehadiran grup gamelan Gongbron membuka festival ini adalah suatu kehormatan," tutur dia.

Grup Gamelan Gongbron sudah sering tampil di Swedia. Terakhir kali grup gamelan ini tampil di museum seni lukis di Stockholm Thielska Gallery, serta di Wisma Indonesia di Stockholm untuk memperingati HUT RI ke-73.

Penampilan berikutnya pada November mendatang di Stockholm akan mempersembahkan pertunjukan wayang kulit.

Dubes Bagas Hapsoro memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota grup gamelan Gongbron yang telah mengantar seni budaya Indonesia ke panggung internasional.

Keberadaan mereka telah meningkatkan hubungan antara masyarakat Indonesia dan Swedia, serta menjadi duta seni Indonesia.

”Kita patut berbangga bahwa kesenian tradisional kita dihormati di Swedia. Oleh karena itu, KBRI Stockholm akan terus mendukung usaha teman-teman mempromosikan budaya Indonesia” kata Bagas. 

Baca juga: Alun gamelan di resepsi HUT RI di Swiss

Baca juga: Gending Puspowarno buka Festival Gamelan Internasional


Baca juga: Gamelan mengalun di pinggir Danau Balaton Hongaria

Baca juga: Tari dan gamelan Bali SJI dan Puspa Warna tampil di Ferme Du Mousseau, Paris

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar