MDMC dirikan posko koordinasi gempa Palu

MDMC dirikan posko koordinasi gempa  Palu

Kementerian Sosial mendirikan tenda serbaguna sebagai rumah sakit darurat untuk menangani korban luka-luka akibat gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). (Dok. Kemensos)

MDMC terus berkoordinasi dengan otoritas setempat. Tim Indonesia Siaga yang telah disiapkan sudah diterjunkan
Jakarta (ANTARA News) - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mendirikan posko koordinasi di titik pascabencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah dan sekitarnya.

Koordinator Tanggap Darurat MDMC PP Muhammadiyah Indrayanto saat dihubungi dari Jakarta, Senin mengatakan program kemanusiaan dengan nama One Muhammadiyah One Respons (OMOR) itu berkoordinasi dengan Lazismu dan pihak-pihak terkait untuk menyiapkan tim tanggap darurat.

Dia mengatakan posko koordinasi berada di Gedung Fakultas Ekonomi Unismuh Palu, Jalan Jabal Nur Nomor 1, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Selain itu, terdapat posko pendukung MDMC di Pondok Pesantren MBS At Tanwir, Jalan Sukarno Hatta, Mamuju.

"MDMC terus berkoordinasi dengan otoritas setempat. Tim Indonesia Siaga yang telah disiapkan sudah diterjunkan, tim pertama terdiri dari 24 orang relawan dari Sulsel, Sulbar, Toli-Toli dan sekitarnya. Tim yang berangkat di bawah koordinasi MDMC," kata dia.

Baca juga: Evakuasi korban jadi prioritas penanganan bencana Palu

Indrayanto mengatakan MDMC juga menurunkan Tim Urban SAR dari Yogyakarta sebanyak tujuh personil dengan dua unit mobil.

Menurut dia, pada Selasa (2/10) pagi tim akan mendarat di Makassar dan segera menuju titik penanganan pascabencana. Terdapat tim lain yang disiapkan untuk memperkuat bantuan kemanusiaan itu yaitu Tim RS Muhammadiyah Lamongan yang akan mendarat Senin di Mamuju langsung dengan tujuh personil.

Secara bergelombang, kata dia, tim akan terus diperkuat dari relawan Mamuju sebanyak 10 orang dan 10 lainnya dari Jawa Timur yang juga berangkat pada Senin.

Saat ini, kata dia, sudah ada 34 relawan yang sudah ada di lokasi Posko Koordinasi MDMC di Unismuh Palu. Keberadaan relawan di Palu itu seiring kebutuhan lapangan yang memerlukan penanganan cepat. Kendati begitu, terdapat kendala dalam misi kemanusiaan yaitu alur komunikasi dan aliran listrik belum stabil.

Dia mengatakan kebutuhan darurat korban bencana dan tsunami di Sulteng dan sekitarnya antara lain, makanan, air bersih, fasilitas kesehatan, hunian sementara, selimut, makanan bayi dan anak.

Baca juga: Tenda serbaguna jadi rumah sakit darurat

Baca juga: Dompet Dhuafa buka posko induk di Palu

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kemensos serahkan Jadup untuk korban bencana Sulteng

Komentar