Analis: Investor mulai beli saham berkapitalisasi besar

Analis: Investor mulai beli saham berkapitalisasi besar

Ilustrasi: Tiga orang wanita melintasi layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

"...membaiknya saham AS itu dapat menjadi katalis positif bagi pasar Asia dan juga sebagai dukungan bagi IHSG"
Jakarta (ANTARA News) - Analis pasar modal menyebut kalangan investor mulai membeli saham berkapitalisasi besar seiring dengan meredanya ketegangan perang dagang Amerika, yang memicu penguatan Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi.

IHSG dibuka menguat 2,64 poin atau 0,04 persen menjadi 5.947,25. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,65 poin atau 0,07 persen menjadi 942,66.

Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah, di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa sentimen pasar saham global terangkat setelah adanya kabar disepakati revisi Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).

"Saham AS menguat, membaiknya saham AS itu dapat menjadi katalis positif bagi pasar Asia dan juga sebagai dukungan bagi IHSG," katanya.

Menurut dia, bursa global secara umum menyikapi pembaruan NAFTA oleh AS, Kanada, dan Meksiko. Perundingan itu memberikan harapan akan adanya penyelesaian konflik perdagangan selain AS-Tiongkok.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada menambahkan investor asing yang kembali masuk ke pasar saham turut menjadi salah satu faktor penopang bagi IHSG.

"Investor asing kembali melakukan aksi belinya, terutama pada sejumlah saham-saham berkapitalisasi besar," katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei menguat 11,65 poin (0,05 persen) ke 24.257,41, indeks Hang Seng melemah 349,98 poin (1,26 persen) ke 27.438,53, dan indeks Strait Times melemah 11,05 poin (0,34 persen) ke posisi 3.244,41.

Baca juga: Seiring kenaikan bursa dunia, IHSG dibuka naik 2,64 poin

Baca juga: Wall street ditutup bervariasi pasca-pejanjian dagang disepakati

Baca juga: Cegah pertumbuhan global redup, IMF desak penyelesaian sengketa dagang

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar