IFRC donasikan Rp335,9 miliar untuk Palu

IFRC donasikan Rp335,9 miliar untuk Palu

Direktur IFRC untuk Asia Pasifik Xavier Castelliannos (dua kanan) usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (2/10/2018). (Fransiska Ninditya)

IFRC telah menyiapkan dana darurat sebesar 22 juta Swiss Franc untuk fokus di kesehatan, air bersih

Jakarta (ANTARA News) - Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) menyiapkan donasi sebesar 22 juta Franc Swiss atau sebesar Rp335,9 miliar untuk penanganan rehabilitasi pascagempa dan tsunami di Palu.

Hal itu disampaikan Direktur IFRC untuk wilayah Asia Pasifif Xavier Castelliannos usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Selasa.

"IFRC telah menyiapkan dana darurat sebesar 22 juta Swiss Franc untuk fokus di kesehatan, air bersih, dan untuk kebutuhan sehari-hari untuk memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat terdampak bencana," kata Xavier di kantor Wapres Jakarta, Selasa.

Xavier menjelaskan proses penyaluran bantuan dari IFRC disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) yang sejak awal sudah terjun ke lokasi bencana untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa bumi dan lokasi.

IFRC dan PMI juga mengirimkan tim penilai ke lokasi bencana untuk memantau kondisi daerah dan masyarakat terdampak bencana, untuk kemudian mendirikan pos pendampingan dalam jangka panjang.

"Ada tim penilai yang berada di area bencana, menolong masyarakat di sana. Dan nanti berdasarkan tim tersebut, akan ditentukan daerah-daerah yang akan kami dampingi untuk jangka panjang," jelasnya.

Xavier mengatakan saat ini sudah ada sedikitnya 200 relawan dari PMI yang membawa bantuan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di Palu. PMI akan terus menambah bantuan yang dibutuhkan mendesak oleh pengungsi.

Dari laporan petugas PMI di lapangan, kebutuhan mendesak di lokasi bencana ialah makanan siap saji, air bersih, makanan bayi dan anak, tenda, terpal, selimut, velbed, obat-obatan, rumah sakit lapangan, tenaga medis, perbaikan listrik, dan perbaikan jalur komunikasi. 

Gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter  mengguncang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) sore. Gempa tersebut mengakibatkan sedikitnya korban tewas 1.234 jiwa hingga Selasa (2/10) pukul 13.00 WIB, sedangkan korban luka berat mencapai 799 orang, hilang 99 orang, tertimbun 152 orang, dan 48.025 warga mengungsi tersebar di 103 titik.

Baca juga: BNPB butuh 2000 tenda untuk pengungsi gempa
Baca juga: Pemerintah terima bantuan pesawat Hercules C-130

Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar