counter

Sepak Bola Nasional

PSIS minta suporter ikut tanggung denda

PSIS minta suporter ikut tanggung denda

Arsip. Pemain Perseru Serui Dony Harold Monim (kanan) mengejar asisten wasit Tri Wahyudi (keiga kanan) untuk memprotes keras dalam pertandingan melawan PSIS Semarang saat pertandingan lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (23/9/2018). PSIS mengalahkan Perseru dengan skor 4-2. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama/

Kami mohon kawan-kawan suporter untuk segera menyadari bahwa emosi dan tingkah laku buruk akan merugikan klub
Semarang (ANTARA News) - Presiden Direktur PSIS Semarang A.S.Sukawijaya meminta pendukung tim kebanggaan Ibu Kota Jawa Tengah ini ikut menanggung denda akibat sanksi Komisi Disiplin PSSI atas dua pertandingan Liga 1 Indonesia 2018 yang dijalani tim ini.

"Kalau denda akibat suporter, di PSIS kita pikul rame-rame," kata A.S.Sukawijaya di Semarang, Selasa, menanggapi sanksi denda yang dijatuhkan komdis.

Komdis PSSI menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar Rp130 juta menyusul dua pertandingan yang dijalani PSIS.

PSIS dijatuhi denda Rp100 juta menyusul pelemparan botol saat pertandingan tandang melawan Persija Jakarta pada 18 September 2018.

Sementara saat menjamu Perseru Serui pada 23 September 2018, PSIS dijatuhi denda Rp30 juta akibat pelanggaran yang sama.

Terhadap sanksi saat laga melawan Persija, ia mengatakan PSIS akan mengajukan banding.

"Kami sedang kumpulkan bukti dan fakta di lapangan untuk minta keringanan," kata pria yang aktab disapa Yoyok Sukawi ini.

Sementara untuk sanksi akibat laga melawan Perseru, PSIS tidak akan mengajukan banding.

 Atas hukuman denda ini, ia meminta para pendukung PSIS segera manyadari katena sangat memberatkan.

"Kami mohon kawan-kawan suporter untuk segera menyadari bahwa emosi dan tingkah laku buruk akan merugikan klub," katanya.

Baca juga: Ismed Sofyan harus menepi tiga pertandingan Liga
Baca juga: Persib kehilangan tiga pemain asing sebagai dampak sanksi Komdis
Baca juga: Kompetisi Liga 1 kembali digulirkan 5 Oktober


(I021/A020)

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar