counter

Warga permukiman yang selamat mengharap bantuan

Warga permukiman yang selamat mengharap bantuan

Arsip Foto. Foto aerial kawasan pantai Taipa, Palu Utara, pascagempa dan tsunami, Senin (1/10/2018). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Kami para ibu-ibu mencapai 50 orang lebih, sangat membutuhkan pakaian tertutup, serta susu untuk balita
Palu, Sulawesi Tengah (ANTARA News) - Warga permukiman di Kota Palu yang selamat dari dampak gempa dan tsunami mengharapkan bantuan makanan, air minum dan kebutuhan pokok lain.

"Hingga saat ini, kami belum mendapatkan bantuan apa-apa," kata Fitri, warga permukiman Tinggede, Palu, Rabu.

Warga Tinggede kebanyakan memilih menetap di rumah mereka, mendirikan tenda seadanya di halaman rumah demi menghindari dampak gempa susulan yang mungkin masih terjadi. Fitri mengatakan dia dan warga lainnya susah kemana-mana karena tidak punya bahan bakar, sementara bantuan makanan dan air minum belum datang.

Para penyintas di Kelurahan Borobuli juga mengharapkan bantuan serupa.

"Kami para ibu-ibu mencapai 50 orang lebih, sangat membutuhkan pakaian tertutup, serta susu untuk balita," kata Lili Puji Astuti, warga Borobuli.

Ia berharap bantuan makanan dan air minum menjangkau korban selamat yang menetap di rumah-rumah yang masih bisa ditinggali, juga bantuan transportasi maupun bahan bakar agar bisa menjangkau bandara untuk keluar dari Palu.

"Kami sangat membutuhkan makanan, termasuk obat-obatan dan vitamin untuk para balita dan anak-anak," ujar Lili, yang ingin segera kembali daerah asalnya di Paguyaman, Kabupaten Gorontalo.

Baca juga: BNPB: korban gempa-tsunami Sulteng 1.374 meninggal
Baca juga: Korban gempa Sulteng antre 24 jam dapatkan BBM

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar