counter

RS di Sulawesi Tengah mulai beroperasi

RS di Sulawesi Tengah mulai beroperasi

Warga korban luka-luka gempa bumi Palu dan Donggala menunggu untuk dievakuasi ke Makassar di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018). (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/hp.)

Kemudian kesehatan lingkungan. Kita tahu mayat diletakan di rumah sakit. Itu kan harus disemprot supaya kumannya jangan menyebar.
Palu, (ANTARA News) - Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan rumah sakit yang terdampak gempa di Sulawesi Tengah mulai beroperasi kembali untuk penanganan korban luka yang lebih optimal.

"Fokus tim kesehatan sekarang menolong, membuka Rumah Sakit," kata Nila di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Rabu.

Nila menjelaskan saat ini tenaga medis mulai memanfaatkan fasilitas kesehatan di rumah sakit.

Namun pelayanan medis tersebut sedikit terganggu saat akan melakukan tindakan operasi yang membutuhkan fasilitas medis eletronik.

"Kendala kami itu karena listrik yang tidak ada, jadi kamar operasi agak terganggu untuk melakukan tindakan. Ada genset bagus tapi BBM sulit," kata Nila.

Nila mengatakan tim kesehatan masih membutuhkan dukungan pelayanan medis seperti BBM untuk bahan bakar genset dan air bersih sebagai keperluan medis.

Selain itu Nila mengatakan tim kesehatan juga terus fokus pada posko kesehatan, penyediaan obat-obatan, makanan tambahan penunjang gizi, dan kesehatan lingkungan.

"Kemudian kesehatan lingkungan. Kita tahu mayat diletakan di rumah sakit. Itu kan harus disemprot supaya kumannya jangan menyebar," kata dia.

Nila menekankan agar sebisa mungkin setelah bencana tidak tejadi kasus kejadian luar biasa (KLB) penyakit. "Kita tidak ingin kejadian luar biasa, misalnya diare, kita tetap harus hati-hati," kata Nila. *

Baca juga: Mahasiswa IAIN Papua galang dana untuk Sulteng

Baca juga: Menko PMK pastikan stok makanan cukup


 

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar