Pejabat Turki dan Saudi berbeda pendapat mengenai keberadaan wartawan Saudi

Pejabat Turki dan Saudi berbeda pendapat mengenai keberadaan wartawan Saudi

Menteri Penerangan Arab Saudi Awad bin Saleh Al-Awad (16/8/2018). (Bambang Purwanto)

Istanbul/Washington (ANTARA News) - Penguasa Turki dan Arab Saudi memberikan laporan berbeda pada Rabu mengenai keberadaan Jamal Khashoggi, komentator Saudi, yang tidak terlihat hampir 30 jam setelah masuk ke konsulat Saudi di Istanbul.

Khashoggi pindah ke Washington pada tahun lalu karena takut perlakuan tidak diinginkan atas pandangannya.

Tunangan Khashoggi asal Turki dan teman dekatnya, yang dihubungi Reuters, mengatakan ia hilang setelah masuk ke kantor diplomatik tersebut pada Selasa untuk memperdokumen mengenai perceraiannya sehingga ia bisa menikah kembali, demikian Reuters melaporkan.

Tunangannya, yang minta namanya tidak disebutkan, mengatakan menunggu di luar konsulat sejak pukul 13.00 waktu setempat dan memanggil polisi ketika dia tidak muncul.

Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin mengatakan Khassogi masih berada di konsulat itu dan pemerintah memantau keadaan.

"Pihak berwenang terkait dengan kami masih melakukan kontak dan melakukan perundingan dengan rekan sejawat mereka (pihak Saudi). Saya harap isu ini akan diselesaikan dengan tenang," kata dia kepada wartawan.

Baca juga: Mobil perempuan Saudi dibakar menyusul pencabutan larangan menyetir

Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul mengatakan dalam pernyataan bahwa Khashoggi sudah pergi meninggalkan gedung konsulat, kata kantor berita Saudi SPA. Dikatakannya, konsulat itu bekerja sama dengan penguasa Turki "untuk mengungkap hal terkait" keberadaannya.

Pejabat Saudi juga membantah bahwa Khasshoggi berada di konsulat itu.

"Khashoggi datang ke konsulat minta dokumen terkait dengan status pernikahannya dan keluar setelah itu," kata pejabat tersebut, "Dia tak berada di konsulat dan juga tidak dalam tahanan Saudi."

Tunangannya, yang kembali ke konsulat pada Rabu setelah menunggu selama 12 jam pada hari sebelumnya, menolak pengakuan tersebut.

"Kalau ini betul, di mana dia? Di mana dia? Apakah dia pulang, tidak, saya pulang dan tidak menemukannya. Di mana Jamal?" kata dia kepada Reuters.

Hubungan Turki dan Arab Saudi dan negara Teluk lainnya terganggu sejak tahun 2017, ketika Ankara berpihak kepada Qatar dalam pertikaian di kawasan. Negara Arab memutuskan hubungan perdagangan dan diplomatik dengan Qatar yang diduga memiliki hubungan dengan terorisme, yang Doha bantah.

Turki juga bekerja dengan Iran, musuh bebuyutan Arab Saudi di Timur Tengah, berusaha mengurangi pertempuran di bagian utara Suriah, dan para pimpinan militer Iran dan Turki saling berkunjung tahun lalu.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan pada Rabu bahwa pihaknya memantau dan berusaha mencari informasi mengenai keberadaan Khashoggi.

"Kami ikuti laporan keberadaan wartawan Saudi Jamal Khashoggi dan terus mencari informasi," demikian pejabat Deplu AS.

Editor: Boyke Soekapdjo

Pewarta: Antara
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Menag & Dubes Arab Saudi bahas sejumlah agenda

Komentar