Wisata Afrika Selatan untuk pencinta satwa hingga pengagum Nelson Mandela

Wisata Afrika Selatan untuk pencinta satwa hingga pengagum Nelson Mandela

Ilustrasi harimau (ANTARA FOTO/REUTERS/Henry Rome)

Jakarta (ANTARA News) - Jika tak puas melihat satwa savana di kebun binatang, coba datangi langsung habitatnya di Afrika Selatan.

Salah satu negara tertua di benua Afrika ini sedang mempromosikan daya tarik pariwisatanya untuk turis Indonesia.

"Cukup banyak orang-orang Indonesia berlibur ke sana, sebagian besar dari pulau Jawa seperti Surabaya dan Jakarta," ungkap Rulyana Oktorya, event travel coordinator dari agen wisata Afrika Go Touch Down di Garuda Indonesia Travel Fair 2018, Jakarta, Jumat.

Pencinta alam dan satwa bisa melihat langsung binatang-binatang di alam liar seperti Taman Nasional Kruger.

Wisatawan juga bisa menikmati ketenangan alam di penginapan Humaya River Lodge yang terletak di tengah Songimvelo Game Reserve. Di sana, turis bisa terasa menyatu dengan alam dan sekitarnya, bahkan melihat binatang-binatang meski dari jarak jauh.

Rulyana menambahkan, kota Cape Town juga menawarkan ragam obyek wisata yang menarik seperti Table Mountain yang bisa didaki untuk menikmati pemandangan matahari terbenam.

"Bisa juga wisata sejarah, Afrika Selatan kan terkenal dengan Nelson Mandela," ujar dia, menyebut mantan presiden Afrika Selatan yang kerap mengenakan kemeja batik.

Baca juga: JK kenang Nelson Mandela berbaju batik

Pengunjung dapat mendatangi tempat yang terkait dengan Nelson Mandela seperti pulau Robben yang pernah jadi tempatnya diasingkan selama 18 tahun.

Jika tertarik berkunjung ke Afrika Selatan, sebaiknya rencanakan perjalanan pada Februari hingga Maret karena pada saat itu suhunya terasa seperti di Indonesia. 

Jika tertarik ikut tur safari atau Cape Town dengan durasi 7 malam 8 hari, biayanya dimulai dari Rp21,9 juta hingga Rp36,9 juta, tidak termasuk biaya pesawat.

Baca juga: Wisata halal ke Afrika Selatan, dapatkan potongan diskon khusus

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Menikmati jejak purba di pulau terluar Indonesia, Natuna

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar