Di Brunei, Indonesia promosikan wisata Bromo Tengger Semeru

Di Brunei, Indonesia promosikan wisata Bromo Tengger Semeru

Ilustrasi: Wisatawan menikmati terbitnya matahari di Kawasan Obyek Wisata Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

"Walau jumlah penduduknya lebih sedikit dibanding negara lain di Asia Tenggara, warga Brunei memiliki daya beli yang cukup tinggi..."
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pariwisata dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bandar Seri Begawan mempromosikan tempat-tempat pariwisata di Jawa Timur, terutama Bromo, Tengger, dan Semeru,  dan mendorong para wisatawan asal Brunei Darussalam untuk berwisata ke Indonesia.

Kementerian Pariwisata dan KBRI Bandar Seri Begawan mengadakan kegiatan Indonesian Tourism Table Top Sales Mission di Bandar Seri Begawan, Brunei, pada 4 Oktober dengan tujuan mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya "10 Bali Baru".

Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 40 agen wisata, maskapai penerbangan serta media Indonesia dan Brunei.

"Untuk promo kali ini, kami mengangkat tema Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur, yang didukung dengan adanya penerbangan langsung Bandar Seri Begawan - Surabaya melalui Royal Brunei Airlines," ujar Ketua Percepatan Tim Percepatan 10 Destinasi Unggulan Kementerian Pariwisata, Hiramansyah Sambudhy Thaib.

Hiramansyah pun menjelaskan tentang tempat-tempat pariwisata utama di Jawa Timur itu.

Keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Sabtu, itu juga menyebutkan bahwa Duta Besar RI untuk Brunei Sujatmiko turut hadir dalam acara promosi tersebut kegiatan promosi itu. 

Dubes Sujatmiko menyampaikan bahwa Brunei Darussalam adalah pasar potensial bagi pariwisata Indonesia.

"Walau jumlah penduduknya lebih sedikit dibanding negara lain di Asia Tenggara, warga Brunei memiliki daya beli yang cukup tinggi, mengingat pendapatan per kapitanya sebesar 27 ribu dolar AS. Indonesia dan Brunei juga memiliki kedekatan budaya dan geografis," ujarnya.

Oleh karena itu, menurut dia, tidak ada alasan bila jumlah wisatawan bilateralnya rendah.

Selain mengundang Brunei untuk melakukan promosi pariwisata di Indonesia, Dubes Sujatmiko juga menerangkan usaha promosi pariwisata melalui peningkatan konektivitas antar kedua negara, seperti rencana pembukaan penerbangan Brunei-Lombok dan Brunei-Pontianak serta operasi bis wisata Pontianak-Brunei.

Kegiatan promosi pariwisata di Bandar Seri Begawan itu dapat dinilai berhasil mengingat dalam waktu setengah hari dapat menghasilkan 675 transaksi dari sembilan penjual dan 20 pembeli, yakni senilai Rp3,95 miliar.

Setelah menyelenggarakan kegiatan Tourism Table Top, Kementerian Pariwisata dan KBRI Bandar Seri Begawan juga akan mengikuti Brunei Travel Fair pada 6-7 Oktober 2018.

Baca juga: Bambang Soesatyo minta perwakilan Indonesia aktif promosi wisata nasional

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

DPRD Pekalongan dorong pengembangan wisata alam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar