counter

Tim kemanusiaan Prancis cari korban di Petobo

Tim kemanusiaan Prancis cari korban di Petobo

Menteri Pendidikan dan Kebudayan Muhadjir Effendy (kanan) berbincang dengan tim Pompiers Humanitaires Francais saat di Kelurahan Petobo, Palu, Sabtu (6/10/2018). Tim kemanusiaan Dari Prancis ini mencari lokasi korban-korban yang terjebak di dalam lumpur saat terjadi likuifaksi di Petobo. (ANTARANews/Virna P Setyorini)

Rencananya tim kedua akan masuk pada hari Kamis minggu depan.
Palu, (ANTARA News) - Tim kemanusiaan Prancis, Pompiers Humanitaires Francais (PHF), melakukan pencarian korban likuifaksi di Kelurahan Petobo, Palu Selatan, Sabtu.

Salah seorang rescuer PHF Arnaud ditemui di lokasi likuifaksi Petobo mengatakan menemukan lokasi korban tertimbun lumpur di sana namun perlu alat untuk bisa mengangkat jenazah di sana.

Ia meninggalkan tanda kayu di lokasi ditemukannya korban. Lokasinya sekitar dua kilometer (km) dari batas jalan terputus oleh likuifaksi.

Lokasi tersebut menjadi sulit dicapai mengingat ada bagian lumpur yang menenggelamkan Kelurahan Petobo tersebut masih basah.

Saat berbincang dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Muhadjir Effendy di lokasi, Arnaud mengatakan membutuhkan alat berat untuk bisa mengevakuasi korban.

Tantangan lain bagi tim PHF ini, menurut rescuer lainnya bernama Richard, adalah teriknya matahari.

Tim pertama PHF yang terdiri dari enam orang yakni Arnaud, Gilles, Eric, Marion, Allison dan dirinya, menurut Richard, akan berada di Palu hingga Rabu (10/10). Rencananya mereka akan digantikan oleh tim kedua PHF yang berisi ahli pemadam kebakaran dan medis.

"Rencananya tim kedua akan masuk pada hari Kamis minggu depan," ujar Richard.*

Baca juga: Relawan Sultra di Sulsel temukan lagi 5 jenazah di Petobo

Baca juga: Menkopolhukam: Penghentian evakuasi di daerah likuifaksi dirundingkan


 

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar