BEKRAF: Perkuat nilai jual kekayaan intelektual lokal

BEKRAF: Perkuat nilai jual kekayaan intelektual lokal

Deputi Pemasaran Bekraf, Joshua Simandjuntak (ANTARA News/Bambang Purwanto)

"...memperkuat nilai jual dalam dan luar negeri"
Jakarta (ANTARA News) _  Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan sejumlah pihak memperkuat nilai jual kekayaan intelektual (intellectual property/IP) lokal di Nusantara agar dapat siap bersaing di tingkat global.

Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Simanjuntak di Jakarta, Senin, menyatakan Bekraf memiliki program Katapel 2018 yang merupakan pelatihan pemasaran lisensi IP kreatif Indonesia.

Menurut dia, melalui program tersebut Bekraf dapat menjembatani para ahli dari bidang yang berbeda, seperti antara profesional di industri kreatif atau pemilik IP lokal dengan para profesional di bidang pemasaran lisensi.

"Namun diharapkan berkesinambungan demi membangun ekosistem yang berkelanjutan untuk mengembangkan IP lokal serta memperkuat nilai jual dalam dan luar negeri," paparnya.

Bekerja sama dengan Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (Ainaki) dan didukung konsultan IP kreatif, Danumaya Dipa, program Katapel ini mengundang semua pelaku kreatif khususnya di bidang animasi, film, komik dan gim.

Pendaftaran program Katapel ini dibuka secara umum pada 8-17 Oktober yang kemudian akan melalui tahap seleksi pertama untuk diperoleh 50 peserta yang akan mengikuti kursus kilat selama enam hari terkait materi seperti membuat strategi komersialisasi dan distribusi IP agar dapat memiliki nilai jual lisensi yang tinggi baik di dalam maupun luar negeri.

Kelanjutan dari kursus kilat adalah tahap seleksi kedua untuk memilih 15 peserta yang akan mengikuti Demo Day di mana peserta berkesempatan untuk mempresentasikan profil IP mereka di depan calon investor pembeli lisensi IP.

Pada tahap seleksi ketiga, akan terpilih lima peserta yang berkesempatan mendapatkan bimbingan eksklusif untuk mengembangkan strategi komersialisasi IP mereka, serta berkesempatan ikut pada acara perdagangan berskala internasional dengan dukungan dari Bekraf.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Yasonna Laoly pada Sidang Majelis Umum "World Intelectual Property Organization" (WIPO) di Jenewa, beberapa waktu lalu, menekankan kekayaan intelektual penting bagi pembangunan ekonomi.

Menkumham menekankan pentingnya pendekatan yang seimbang terhadap sistem kekayaan intelektual global untuk pelindungan, pemajuan, dan pemanfaatan kekayaan intelektual bagi pembangunan ekonomi nasional.

Baca juga: Bekraf akan manfaatkan blockchain untuk hak cipta musik

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar