counter

Perjalanan mikrocip yang diduga meretas Amazon dan Apple

Perjalanan mikrocip yang diduga meretas Amazon dan Apple

Ilustrasi prosesor (Pixabay/bodkins18)

Jakarta (ANTARA News) - Majalah Bloomberg Businessweek 8 Oktober 2018 memuat sebuah artikel berjudul "How the Hack Worked, According to U.S. Officials" yang menggambarkan alur atau perjalanan cip buatan unit militer Tiongkok yang diduga meretas Amazon, Apple, bahkan Bloomberg LP dan perusahaan-perusahaan lainnya. 

Berikut ini deskripsi alur bagaimana  mikrocip mencurigakan itu bisa menyusup, seperti dilansir Bloomberg dalam majalahnya edisi 8 Oktober 2018.

1. Mikrocip dibuat oleh unit militer Tiongkok

Sebuah unit militer Tiongkok membuat dan memproduksi mikrocip yang memiliki bentuk kecil dan tajam seperti ujung pensil. Beberapa mikrocip dibuat mirip seperti coupler pengondisi sinyal (signal conditioning couplers) dan memiliki kemampuan gabungan memori dan jaringan serta kekuatan prosesing yang cukup untuk melancarkan serangan peretasan.

2. Mikrocip mencurigakan menyusupi pabrik pemasok Supermicro

Mikrocip peretas itu kemudian disusupkan ke pabrik-pabrik di Tiongkok yang menjadi pemasok Supermicro, salah satu produsen komponen motherboard server terbesar di dunia.

3. Motherboard yang terpasang mikrocip peretas dirakit

Komponen-komponen motherboard yang telah disusupi mikrocip peretas itu kemudian dipasangkan ke dalam server yang dirakit oleh Supermicro.

4. Perangkat server yang sudah tersusupi dioperasikan perusahaan

Server-server yang telah dipasangi komponen motherboard dengan mikrocip peretas tersebut kemudian berhasil masuk ke pusat data yang dioperasikan puluhan perusahaan.

5. Mikrocip berbahaya beraksi

Saat server dipasang dan diaktifkan, mikrocip peretas itu kemudian mengubah inti sistem operasi sehingga sistem ini bisa menerima modifikasi. Mikrocip ini juga bisa menghubungkan komputer-komputer yang dikendalikan oleh peretas dalam rangka menunggu instruksi dan koding lebih lanjut.

Baca juga: Apple dan Amazon bantah disusupi chip berbahaya

Baca juga: Inggris nyatakan Apple dan Amazon tidak diretas

Penerjemah: Aji Cakti
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar