20 korban bencana Palu pulang ke Garut

Alhamdulillah sehat, hingga hari ini semua yang sudah dipulangkan sebanyak 158 orang.
Garut, (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, membantu pemulangan 20 orang asal daerahnya yang menjadi korban bencana alam gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, untuk bisa kembali berkumpul bersama keluarganya di Garut.

"Pemkab Garut saat ini sudah berhasil menjemput 20 orang warga Garut yang menjadi korban bencana di sana," kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman saat menerima kedatangan 20 korban bencana tersebut di Sekretariat Pemerintah Kabupaten Garut, Senin.

Ia menuturkan, korban bencana yang baru pulang ke Garut itu berhasil ditemukan tim yang dipimpin Asisten Daerah 1, Didit Fajar Putradi di Makassar.

Para korban, lanjut dia, dibantu proses pemulangannya dengan biaya seluruhnya ditanggung pemerintah daerah menggunakan pesawat komersial dari Makassar menuju Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

"Mereka semua dibantu pemulangannya oleh Pemerintah Kabupaten Garut," katanya.

Ia mengatakan, pemulangan warga Garut dari lokasi terdampak bencana alam itu sudah beberapa kali dan seluruh korban yang berhasil pulang ke Garut semuanya dalam keadaan selamat dan sehat.

Menurut dia, sebetulnya masih banyak warga Garut yang tinggal di Palu ingin bisa pulang ke kampung halamannya di Garut.

Kepala Bidang Humas Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut, Ricky R Darajat yang mengawal pemulangan para korban bencana alam asal Garut mengatakan, proses pemulangan berjalan lancar dari Makassar hingga sampai ke Garut.

Ia mengatakan, seluruh korban yang baru dijemput tersebut berasal dari Kecamatan Sukaresmi, Bayongbong, Pameungpeuk, Samarang, Limbangan, dan Garut Kota, seluruhnya dalam keadaan sehat.

"Alhamdulillah sehat, hingga hari ini semua yang sudah dipulangkan sebanyak 158 orang," katanya.*

Baca juga: Ratusan pengungsi Palu tiba di Tanjung Perak

Baca juga: Warga sambut kepulangan keluarga korban gempa Palu



 

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar