counter

RS Lapangan BSMI jadi alternatif warga Sigi

RS Lapangan BSMI jadi alternatif warga Sigi

Rumah Sakit Lapangan BSMI di Jln Pramuka, Sigi Biromaru, Sigi, Sulawesi Tengah. (Foto Humas BSMI)

RS Lapangan BSMI dijaga oleh lima dokter umum, sembilan perawat, satu bidan, satu fisioterapis, satu analis, dua apoteker, 10 relawan umum, tiga tim dapur umum dan dua teknisi..
Jakarta (ANTARA News) - Rumah Sakit Lapangan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) yang beroperasi di Jln Pramuka, Sigi Biromaru, Sigi, Sulawesi Tengah, kini menjadi alternatif bagi warga setempat untuk berobat setelah gempa dan tsunami melanda wilayah tersebut pada 28 September 2018.

Ketua Umum BSMI Djazuli Ambari dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan, sebelumnya banyak korban gempa di Sigi yang menderita luka-luka harus pergi ke Palu karena akses bantuan medis di Sigi masih minim.

"Sekarang korban gempa yang terluka dan pengungsi yang terserang penyakit di Sigi mulai berdatangan ke RS Lapangan BSMI," kata Djazuli.

Djazuli menambahkan, RS Lapangan BSMI di Sigi dilengkapi dengan fasilitas standar RS Lapangan yang berdiri di berbagai wilayah bencana.

RS Lapangan BSMI di Sigi memiliki fasilitas seperti saat di Lombok seperti IGD, Poli Umum, Poli spesialis, Rawat Inap, Kamar Operasi/Tindakan, Farmasi, Laboratorium, Fisioterapi, Dapur Umum dan MCK.

Djazuli menambahkan, semenjak ditunjuk Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai penanggung jawab penanganan kesehatan di Sigi, BSMI mendapat bantuan dua tenda besar dan lampu utama dari BNPB dan instalasi air dari Kementerian ESDM untuk pendirian RS Lapangan.

"RS Lapangan BSMI dijaga oleh lima dokter umum, sembilan perawat, satu bidan, satu fisioterapis, satu analis, dua apoteker, 10 relawan umum, tiga tim dapur umum dan dua teknisi," ujar Djazuli.

Penanggung jawab Utama Posko BSMI Sulawesi Tengah Sulfiadi menerangkan kondisi Sigi juga tak kalah hancur seperti Palu dan Donggala. Justru, ujarnya, bantuan baik logistik maupun medis di Sigi belum selancar dan sebanyak bantuan di wilayah Palu.

"Selama ini kita hanya menyebut Palu dan Donggala, tetapi tolong perhatikan juga Sigi. Wilayah yang terdampak dan korban yang ada juga tidak kalah banyak. Akses bantuan di sini masih minim," katanya.



Tahap pemulihan

Sebelumnya, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan tahap pemulihan akan dilakukan dengan upaya dari layanan kesehatan, gizi, kesehatan reproduksi, pengendalian penyakit, kesehatan lingkungan, dan kesehatan jiwa.

Yurianto mengatakan layanan kesehatan diharapkan sudah bisa beroperasi dengan tenaga sumber daya manusia (SDM) kesehatan daerah setempat mulai pekan depan.

Saat ini sebanyak 50 Puskesmas di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi sudah mulai beroperasi dengan dibantu oleh tenaga relawan. Begitu juga pada 11 rumah sakit di tiga wilayah terdampak yang diisi oleh dokter dan perawat dari relawan.

Tim dari Kementerian Kesehatan telah melakukan penilaian terhadap alat-alat medis yang masih bisa digunakan dan tidak mengalami kerusakan. Sementara sebagian besar Puskesmas tidak ada yang rusak.

"Secara umum dapat dikatakan 90 persen sudah pulih," kata Yurianto.

Baca juga: Bulan Sabit kirim relawan ke Donggala

Pewarta: Arief Mujayatno
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kemensos serahkan Jadup untuk korban bencana Sulteng

Komentar