Membuat dumpling ala "Crazy Rich Asian"

Membuat dumpling ala "Crazy Rich Asian"

Membuat dumpling di restoran Din Tai Fung, Jakarta, Jumat (5/10/2018). (ANTARA News/ Nanien Yuniar)

Jakarta (ANTARA News) - Dumpling yang mengepul setelah dikukus terasa lezat saat disantap, bentuknya sederhana, tapi ternyata membuatnya jauh lebih rumit dari dugaan.

Adegan membuat dumpling yang ada di film terkenal "Crazy Rich Asian" juga dipraktikkan dalam lokakarya bersama restoran Din Tai Fung, Jakarta, Jumat (5/10).

Suwito, Head Chef Din Tai Fung Gandaria City, mempraktikkan cara membuat dumpling yang terlihat mudah namun menantang bagi pemula.

Suwito mengajari cara membuat dumpling jiaozi yang terdiri dari adonan daging cincang dibungkus lembaran tepung terigu. 

Di restoran ini, isian yang dipakai untuk dumpling jaozi terdiri dari daging ayam ditambah dengan cacahan pakcoy alias sawi sendok. Tambahkan pula garam, gula serta penyedap agar rasanya semakin menggoda lidah.

Isian daging itu dibungkus dengan kulit adonan yang terdiri campuran tepung terigu impor dari Taiwan dan air.

Agar bentuknya seragam, setiap adonan untuk satu dumpling harus punya berat yang sama: 6,3 gram.
 
Bahan-bahan membuat dumpling di restoran Din Tai Fung, Jakarta, Jumat (5/10/2018). (ANTARA News/ Nanien Yuniar)


Baca juga: Sajian kuliner khas Tahun Baru di China


Kemudian, pipihkan adonan dengan stik kayu. Butuh teknik tersendiri agar adonannya berbentuk lingkaran dengan bagian tengah lebih tebal dari pinggir.

Bila bagian tengahnya terlalu tipis, ada risiko dumpling robek saat diisi.

Masukkan isian ke kulit dumpling, lalu tutup bagian atasnya dengan teknik melipat khusus. 

Butuh waktu tiga bulan untuk menguasai teknik yang terlihat secepat kilat ketika dipraktikkan oleh sang chef.  Setelah dikukus, dumpling siap untuk dinikmati.

Benediktus, District Manager Din Tai Fung Jakarta, mengatakan dumping jiaozi di restorannya memiliki bentuk dan cita rasa khas Taiwan karena restoran tersebut memang berasal dari daerah itu.

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Wisata Kuliner, andalan Kota Sukabumi

Komentar