44 orang korban banjir di Aceh Barat

44 orang korban banjir di Aceh Barat

Ilustrasi - Seorang guru dan siswa SD Negeri 07 Ranomeeto Barat menerobos banjir dengan rakit di Desa Amokuning saat banjir melanda diwilayah Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Selasa (10/7/2018). (ANTARA/Jojon)

Tadi pagi kami terpaksa memutar lewat jalan belakang kebun karet, tetapi sangat becek karena guyuran hujan tadi malam membuat licin.
Banda Aceh, (ANTARA News) - Sedikitnya 44 jiwa yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai di dua kecamatan di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, menjadi korban banjir akibat meluapnya Sungai Krueng.

"Ada 44 orang yang merupakan 12 keluarga menjadi korban banjir di Aceh Barat," ucap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Selasa.

Ia merinci, puluhan korban terdampak banjir kali ini terdiri dari 37 jiwa atau 10 kepala keluarga tinggal daerah aliran sungai di Gampong (desa) Pange, Kecamatan Samatiga.

Sisanya, lanjut dia, sejumlah tujuh jiwa lagi atau dua kepala keluarga tinggal di daerah aliran sungai berada di Gampong Layung, Kecamatan Bubon.

Mayoritas korban terdampak banjir memilih untuk berdiam diri di rumah, meski air Sungai Krueng meluap hingga  rata-rata 20-40 centimeter merendam rumah mereka.

"Untuk yang mengunggsi belum ada. Begitu juga korban meninggal, nihil. Luapan Sungai Krueng ini merendam Jalan Ateng Tepat yang merupakan jalan penghubung Bubon dan Kecamatan Woyla, akibat bahu jalan tergenang banjir dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan," kata dia.

BPBD dan unsur terkait masih berada di lokasi guna terus memantau kondisi banjir akibat luapan Sungai Krueng.

"Hingga malam ini, hujan dilaporkan masih terus mengguyur wilayah Aceh Barat," ungkap Dadek.

Pusdalop BPBD Aceh Barat melaporkan, hujan sangat lebat saat di malam hari. Kondisi ini mengakibatkan sungai-sungai setempat tidak mampu menampung tingginya volume air hujan, sehingga meluap dan mengenangi pemukiman penduduk.

Banjir yang terjadi hari ini, merupakan ketiga kalinya dalam sepekan terakhir. Pertama pada Selasa (2/10), lalu banjir susulan Kamis (4/10), sehingga warga yang tinggal di dekat daerah aliran sungai, seperti Sungai Meureubo, Sungai Woyla, dan Sungai Layung.

"Tadi pagi kami terpaksa memutar lewat jalan belakang kebun karet, tetapi sangat becek karena guyuran hujan tadi malam membuat licin. Dari pada habiskan modal menggunakan jasa becak apalagi nekat terobos banjir bisa mogok motor," kata Karnila, warga Wolya ketika ditemui di Kecamatan Meureubo.*

Baca juga: Kemensos siagakan dapur umum untuk korban banjir Banyuwangi

Baca juga: Korban banjir Konawe Selatan bertahan di pengungsian


 

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar