Pertemuan IMF-WB

Bank Dunia tawarkan bantuan untuk rehabiltasi pascagempa

Bank Dunia tawarkan bantuan untuk rehabiltasi pascagempa

Direktur Utama Bank Dunia Kristalina Georgieva bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla usai melakukan pertemuan di Bali, Rabu (10/10/2018). (ANTARA/Fransiska Ninditya)

Saya menegaskan kembali bahwa Bank Dunia berdiri bersama dengan pemerintah Indonesia ...

Bali (ANTARA News) - Bank Dunia menawarkan bantuan untuk upaya rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah yang terdampak gempa bumi di Lombok dan Sulawesi Tengah.

Dukungan tersebut disampaikan CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva kepada Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Rabu.

"Pada pertemuan hari ini saya menegaskan kembali bahwa Bank Dunia berdiri bersama dengan pemerintah Indonesia dan seluruh komunitas internasional dalam menghadapi tragedi ini," kata Kristalina di Nusa Dua, Rabu.

Indonesia, menurut dia, adalah negara tangguh dan berpengalaman dalam mengelola kesiapsiagaan, pembiayaan, dan respons terhadap bencana alam.

Bank Dunia sebagai mitra jangka panjang pemerintah Indonesia dalam bidang penanggulangan bencana, siap meningkatkan perannya untuk membantu Indonesia membangun ketahanan dan mempertahankan kemajuan ekonomi positifnya.

"Saya senang menawarkan dukungan langsung kami kepada pemerintah, jika diperlukan. Dukungan ini akan tersedia atas permintaan pemerintah Indonesia," ujar Kristalina.

Dukungan yang diusulkan oleh Bank Dunia mencakup antara lain penambahan program perlindungan sosial untuk membantu masyarakat yang paling terkena dampak gempa bumi dan tsunami di Sulawesi, serta pendanaan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi permukiman warga dan infrastruktur publik.

Selain itu, Bank Dunia juga mengajukan tawaran bantuan untuk program pembangunan kembali fasilitas publik seperti rumah sakit, sekolah, jembatan, jalan, infrastruktur pasokan air, serta penguatan sistem pemantauan dan peringatan dini.

Bank Dunia telah menyelesaikan penilaian kerusakan awal akibat gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

"Ini adalah masukan pertama bagi pemerintah Indonesia untuk mendukung perencanaan pemulihan dan rekonstruksi," kata Kristalina.

Tujuan penilaian tersebut adalah mengembangkan perkiraan awal proses perencanaan rekonstruksi dengan melihat perbedaan dampak kerusakan secara geografis.

Dampak sektoral selanjutnya dapat disempurnakan dengan menggunakan informasi yang dikumpulkan dari lapangan.

Kemitraan produktif Bank Dunia dengan Indonesia telah dimulai sejak 1954.

Setelah tsunami 2004, Bank Dunia bersama beberapa mitra global berkontribusi pada upaya pemulihan dan rekonstruksi dengan membentuk Multi Donor Fund untuk Aceh dan Nias.

Dana sebesar 655 juta dolar AS tersebut digunakan untuk membangun kembali 20 ribu rumah tahan gempa, jalan sepanjang 3.850 kilometer, saluran irigasi sepanjang 1.500 kilometer, 677 sekolah, 500 balai kota, 72 klinik, 8.000 sumur dan sumber air bersih, serta lebih dari 1.200 unit fasilitas sanitasi.

Baca juga: Ini saran Bank Dunia bagi Indonesia terkait mitigasi bencana
Baca juga: Wapres terima Dirut Bank Dunia bahas rehabilitasi bencana

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar