Chef Revo ingin tularkan semangat memasak pada anak-anak

Chef Revo ingin tularkan semangat memasak pada anak-anak

Chef Revo, lulusan MasterChef Junior Indonesia 2014 di konferensi pers Jakarta Culinary Feastival 2018, Rabu (10/10) (ANTARA News/ Nanien Yuniar)

Jakarta (ANTARA News) - Revo memang baru berusia 15 tahun, tapi peserta kontes Master Chef Indonesia 2014 itu sudah membuktikan kemampuannya di bidang memasak selama setengah hidupnya.

Semangat memasak diharapkan bisa tumbuh pada peserta kelas memasak yang dipandunya pada Jakarta Culinary Feastival 2018 mendatang.

Chef Revo akan memandu anak-anak di Revo's Cooking Class for Teens! untuk memasak hidangan-hidangan sederhana dari daging ayam, sayuran hingga makanan penutup chocolate mousse yang bisa dibuat dalam 10 menit.

"Saya ingin memberi motivasi buat anak-anak. Semoga bisa membuahkan passion memasak untuk mereka," ujar Revo seraya tersenyum, ditemui usai konferensi pers JCF 2018 di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Pencinta kuliner bisa bersenang-senang di Jakarta Culinary Feastival 2018

Menghadapi anak-anak bukan perkara gampang, jadi remaja itu sudah menyiapkan beberapa hal sebelum memandu mereka di dapur.

"Jangan pakai istilah susah, harus sabar, tunjukkan bahwa masak itu fun, banyak senyum dan bergurau," tutur dia.

Revo sendiri sudah mulai tertarik pada dunia memasak sejak berusia delapan tahun. 

"Sebelum suka masak, saya suka makan," katanya seraya tertawa.

Baca juga: Resep nasi goreng "Aruna dan Lidahnya"

"Saya penasaran bagaimana sebuah masakan bisa enak, jadi saya coba praktikkan membuat makanan yang saya lihat di televisi," ujar Revo.

Tayangan-tayangan tentang makanan di televisi juga menjadi faktor yang menumbuhkan kecintaannya pada dunia memasak.

Tak lama lagi dia akan fokus mengembangkan kemampuan memasak, mengasah teknik membuat untuk makanan Barat di Le Cordon Blue Selandia Baru.

Meski demikian, bukan berarti Revo hanya membatasi diri memasak makanan Barat. Penyuka bebek goreng dan risotto ini juga sedang terus belajar membuat masakan Indonesia yang disebutnya lebih rumit.

"Makanan Indonesia lebih susah karena banyak rempah-rempahnya," kata Revo yang selalu berusaha meningkatkan kemampuannya menciptakan masakan Tanah Air.

Baca juga: Membuat dumpling ala "Crazy Rich Asian"

Ke depannya, dia tidak ingin membatasi diri karena masih menyerap ilmu memasak untuk berbagai masakan, dari Barat hingga Asia.

"Nanti saya ingin menggabungkan teknik-teknik yang saya pelajari untuk menciptakan gaya tersendiri," ujar Revo.

Ia berangan-angan ingin mendirikan restoran yang punya gelar bergengsi Michelin Star.

"Dan saya ingin nanti masih bisa memasak dengan bahagia," imbuh dia.

Revo punya pesan untuk anak-anak yang ingin mengikuti jejaknya sebagai seorang chef. 

Menurut dia, banyak ilmu yang bisa didapat dari Internet. Soal memasak, video-video tutorial bertebaran di YouTube.

"Mulai dari masak yang gampang dan harus berhati-hati dengan pisau, harus tetap diawasi," tutup dia.

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sensasi tempat makan durian ala cafe pertama di Medan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar