PPP cermati hoaks bidang kesehatan

PPP cermati hoaks bidang kesehatan

PPP (FOTO ANTARA)

Iklan obat illegal seperti untuk kecantikan, kebugaraan, hingga keperkasaan ...
Jakarta (ANTARA News) - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mencermati maraknya hoaks yang juga terjadi di bidang kesehatan, seperti obat yang belum terbukti berkhasiat yang ditawarkan kepada masyarakat. 

“Iklan obat illegal seperti untuk kecantikan, kebugaraan, hingga keperkasaan banyak beredar di masyarakat. Padahal belum mendapatkan izin apalagi teruji, itu hoaks bidang kesehatan,” kata Wakil Ketua Umum PPP Ermalena,  di Jakarta, Rabu. 

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu mengatakan beberapa waktu lalu masyarakat sempat diperdaya dengan sebuah iklan susu kental manis, yang ternyata bukanlah susu. 

Dia mengatakan hoaks di bidang kesehatan, berupa iklan obat atau produk yang belum layak edar atau tidak sesuai dengan yang disampaikan, akan mudah dijerat hukum jika RUU tentang BPOM disahkan menjadi undang-undang. Sebab dalam UU baru nantinya akan ada deputi penindakan yang bisa menjerat dalam proses hukum.

"Saat ini sebenarnya ada undang-undang konsumen yang bisa menjerat materi iklan yang mengelabui konsumen. Namun dengan RUU BPOM, hal itu akan lebih mudah dijerat hukum," jelasnya. 

Dia menekankan perlunya edukasi dan advokasi kepada masyarakat terkait penggunaan obat dan makanan sehat. Hal ini bertujuan untuk menambah wawasan masyarakat tentang gerakan masyarakat sehat.

Di sisi lain ia juga mendorong digalakkannya gerakan masyarakat sehat yang perlu untuk mencegah menumpuknya jumlah pasien di rumah sakit.

“Saat ini gerakan ini telah dilakukan oleh pemerintah. salah satunya oleh Puskesmas yang bertanggung jawab untuk melakukan gerakan ini dalam radius dan jumlah penduduk tertentu,” kata Ermalena.

Gerakan ini diantaranya meminta masyarakat rutin memeriksa kesehatan, makan buah serta menghindari rokok dan alkohol.

Baca juga: Presiden minta LDII tak terjebak kabar bohong
Baca juga: Presiden minta pelajar ikut cegah penyebaran hoaks

 

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Petabencana.id gunakan kecerdasan buatan untuk tangkal hoaks

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar