Kemdikbud bangun 333 sekolah darurat

Kemdikbud bangun 333 sekolah darurat

Tenda kelas darurat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di pengungsian Desa Pombewe, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (9/10/2018). (ANTARA/Virna P Setyorini)

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sedang membangun 333 unit sekolah darurat untuk mengakomodasi kegiatan belajar-mengajar bagi siswa-siswi di Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah pasca bencana.

"Dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kami menyiapkan 333 unit sekolah darurat berkapasitas tujuh ruang," kata Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Poppy Dewi Puspitasari, Jakarta, Rabu.

Poppy mengatakan UNICEF akan memberikan ratusan tenda berstandar internasional, yang mana saat ini satu tenda sudah berdiri di Patebo dan 20 unit tenda sedang dipersiapkan.

"Tenda masih dalam perjalanan, nanti distribusinya tentunya setelah kita melakukan pendataan," tuturnya. 

 Kemdikbud juga akan segera membangun sekolah untuk kegiatan belajar-mengajar ke depan namun akan melihat dulu hasil pemetaan lokasi yang aman untuk rekonstruksi bangunan.

Gempa 7,4 Skala Richter dan tsunami pada 28 September 2018  menyebabkan sekitar 186 ribu peserta didik di 1.724 satuan pendidikan dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK terganggu dalam layanan pendidikan di tiga daerah terparah yaitu Kota Palu, Donggala, dan Sigi.

Hingga saat ini, dia mengatakan teridentifikasi 22 guru yang meninggal dan 14 orang lainnya hilang. 

"Kemungkinan banyak siswa yang terseret tsunami saat mengikuti Gladi resik festival palu nomoni dan ada Bible Camp yang terhisap lumpur di Jono Oge Kabupaten Sigi," tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan kondisi terkini bahwa siswa, guru dan pegawai dinas pendidikan masih banyak yang mengungsi di gunung dan sebagian mengungsi ke luar Sulawesi Tengah.

"Pendataan belum optimal karena terkendala komunikasi terutama di Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong," tuturnya.

Kemdikbud melakukan sejumlah langkah darurat penanganan gempa di Sulawesi Tengah, antara lain aktivasi dan pengelolaan pos pendidikan; distribusi makanan, air mineral, susu, makanan bayi, obat-obatan, selimut, termasuk bahan bakar minyak sebanyak 17 truk dan didistribusikan kepada tenaga kependidikan.

Kemudian pendataan siswa, fasilitas pendidikan dan kebudayaan, pendidik dan tenaga kependidikan; serta pembentukan satuan tugas Kemendikbud yang berpusat di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulteng.

Total jumlah peserta didik Kabupaten Donggala, Sigi, Parigi Moutong, dan  Palu adalah 256.836. Namun, untuk jumlah keseluruhan peserta didik yang terdampak masih dalam penghitungan.

Ada 422 sekolah terdampak berdasarkan data per 6 Oktober 2018 yakni lima sekolah PAUD, 161 SD, 45 SMP, 89 SMA, 74 SMK, dan empat sekolah luar biasa (SLB).

Sementara sebanyak 79 guru dan tenaga kependidikan terdampak berdasarkan data per 8 Oktober  2018. Sedangkan siswa terdampak sebanyak 59 dengan rincian 23 orang meninggal, 35 orang hilang dan satu luka berat. 

Baca juga: Sigi sudah mulai bersekolah
Baca juga: BNPB sebut Rehab-Rekon Palu mulai November 2018

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar