counter

PB PMII nilai isu suap Kapolri pengalihan isu penanganan kasus Ratna

PB PMII nilai isu suap Kapolri pengalihan isu penanganan kasus Ratna

Arsip: Vonis Basuki Hariman-Ng Fenny. Terdakwa kasus suap hakim konstitusi Ng Fenny (kiri) dan Basuki Hariman (kanan) berjabat tangan usai mengikuti sidang lanjutan dengan agenda pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (28/8/2017). Basuki divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider tiga bulan kurungan, sementara Ng Fenny divonis lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan. (ANTARA /Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Agus Mulyono Herlambang berpendapat bahwa beredarnya isu bahwa Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menerima suap dari importir Basuki Hariman terkait kasus korupsi daging sapi, adalah upaya untuk pengalihan isu penanganan kasus hoaks penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet yang tengah disidik Polri.

Dari siaran pers PB PMII yang diterima Antara, di Jakarta, Kamis, PB PMII mempertanyakan munculnya isu tersebut di saat Polri sedang menangani kasus hoaks yang melibatkan Ratna Sarumpaet. 

Agus menduga ini adalah upaya untuk mengalihkan perhatian publik dengan memunculkan isu baru.

"Dengan adanya pemberitaan ini, membuat Polri tidak dapat bekerja secara fokus untuk menangani kasus-kasus yang masuk, terutama kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Hal ini sangat melemahkan posisi Polri sebagai penegak hukum," kata Agus. 

Terlebih, kata Agus, informasi keterlibatan Kapolri Tito dalam impor daging sapi, diungkit kembali di tengah-tengah masa kampanye Pilpres tahun 2019. 

"Informasi yang dikemukakan Amien Rais terlalu politis," katanya.

Sebab, kata Agus, jika hal itu benar, seharusnya mantan Ketua MPR Amien Rais tidak mengatakan hal itu melalui rilis yang dibuatnya, namun langsung melaporkannya ke KPK. 

"Tetapi, melaporkan langsung ke KPK atas keterlibatan Tito," katanya.

Agus pun mengomentari ungkapan mantan Wakil Ketua KPK Bambang Wijayanto kepada media yang mendesak KPK untuk segera bertindak. 

Menurut Agus, Bambang sebagai salah satu mantan pimpinan KPK, seharusnya melaporkan langsung ke KPK jika memang benar Tito terlibat karena Bambang sangat mengerti prosedur penanganan kasus di KPK.  

"Namun, lagi lagi disayangkan, Bambang hanya mengungkapkannya di depan media. Dan ini tindakan ini bersifat politis," kata Agus.

Agus berharap agar Polri tetap fokus menangani berbagai kasus penting, terutama kasus berita bohong yang dibuat oleh Ratna Sarumpaet.

"Saya kira biarkan publik yang menilai, dan saya yakin masyarakat Indonesia sudah cerdas dan mulai bosan dengan beragam skenario yang dilontarkan oleh pihak-pihak yang menyudutkan Kapolri," katanya.

Sebelumnya Indonesialeaks, jaringan media investigasi mengulas sebuah buku bersampul merah yang diduga berisi catatan aliran dana pengusaha Basuki Hariman kepada sejumlah pejabat negara, termasuk diantaranya kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Baca juga: Polri tengarai ada yang hendak mengadu KPK-Polri

Baca juga: Dua mantan penyidik KPK tidak terbukti robek buku catatan Basuki

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar