Pertemuan IMF-WB

Presiden ingin investasi Singapura di Kendal direplikasi di provinsi lain

Presiden ingin investasi Singapura di Kendal direplikasi di provinsi lain

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam annual leaders retreat dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di sela pertemuan tahunan IMF-WB 2018 di Nusa Dia Bali, Kamis. (Hanni Sofia)

Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo ingin investasi Singapura di Kendal, Jawa Tengah, yakni Kendal Industrial Park dapat direplikasi di provinsi-provinsi lain di Indonesia.

"Untuk kerja sama ekonomi yang berkaitan dengan investasi tadi kita sudah berbicara mengenai Investasi di Kendal. Saya kira progresnya sangat bagus dan kita berharap agar kawasan industri seperti di Kendal bisa dibangun di provinsi-provinsi yang lain," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam annual leaders retreat dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di sela pertemuan tahunan IMF-WB 2018 di Nusa Dia Bali, Kamis.

Presiden mengatakan, sebelumnya dalam tete-a-tete hal tersebut telah dibahas secara khusus dengan PM Lee. Namun, ia kemudian merasa perlu memaparkannya kembali kepada rombongan delegasi kedua negara dalam pertemuan itu.

Ia menekankan, investasi Singapura di Kendal perlu untuk direplikasi di provinsi lain.

"Ada tadi juga disampaikan oleh PM Lee bahwa di kawasan-kawasan di Kendal juga memerlukan insentif khusus terutama untuk pajak, tax holiday," katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga berjanji akan adanya insentif yang memudahkan investor untuk menanamkan modalnya di kawasan industri.

"Kita berharap hal-hal lain yang tadi kita bicarakan mengenai bilateral swap juga segera dan sudah disetujui oleh PM Lee dan akan segera akan kita realisasikan," katanya.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Presiden Joko Widodo meresmikan Kawasan Industri Kendal (KIK) Jawa Tengah pada 2016.
Kawasan tersebut menampung puluhan perusahaan asal Singapura dan mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Dalam pertemuan di Bali, baik Presiden Jokowi maupun PM Lee tampak sangat santai dan banyak berbincang secara informal.
Keduanya membahas berbagai hal terkait tindak lanjut kerja sama dan realisasi investasi kedua negara.


 

Pewarta:
Editor: Sigit Pinardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar