UPJ raih lima emas di ajang disain internasional

UPJ raih lima emas di ajang disain internasional

Mahasiswa Universitas Pembangunan Jaya yang meraih medali di 2nd Asia International Conference Of Art and Design (2nd AICAD) di Malaysia. (Foto: upj.ac.id)

Prestasi kita meningkat dari AICAD tahun lalu, dulu masih medali perak, sekarang lima emas. Itu menunjukkan bahwa mahasiswa kami mampu bersaing di tingkat Internasional.
Tangerang (ANTARA News) - Mahasiswa Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten berhasil meraih lima medali emas dan dua perak pada ajang multi-disiplin internasional yakni 2nd Asia International Conference Of Art and Design (2nd AICAD) di Malaysia.

Kepala Program Studi Sistem Informasi UPJ, Dewi Nilamsari di Tangerang Kamis mengatakan AICAD adalah ajang internasional tahunan yang membahas isu-isu di lingkungan komunitas art and design di wilayah Asia serta hubungannya dengan perkembangan di dunia secara keseluruhan.

Pada 2nd AICAD 2018 yang penyelenggaraannya dimotori oleh UiTM Malaysia bekerja sama dengan ISBI Bandung serta Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Bintaro diikuti peserta dari luar negeri seperti Jepang, Korea, Singapura, Thailand dan Pakistan.

Untuk Indonesia, hanya mengirimkan tiga perwakilan perguruan tinggi yaitu Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Universitas Pembangunan Jaya (UPJ).

Dari ketiga universitas tersebut, UPJ berhasil meraih medali paling banyak, yakni lima medali emas dan dua medali perak yang masing-masing disumbangkan oleh mahasiswa serta dosen pengajar dari Program Studi Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, dan Sistem Informasi, yang merupakan tiga dari 10 program unggulan yang ada di UPJ.

Selain itu, UPJ juga mendapatkan perhargaan Best Presenter melalui makalah yang dipaparkan oleh Pandu Purwandaru sebagai dosen Program Studi Design Product UPJ.

"Prestasi kita meningkat dari AICAD tahun lalu, dulu masih medali perak, sekarang lima emas. Itu menunjukkan bahwa mahasiswa kami mampu bersaing di tingkat Internasional. Penjuriannya pun dilakukan oleh MRM (Majlis Rekabentuk Malaysia), dewan desain bergengsi di Malaysia. Jadi, ya, karya-karya kita memang patut dibanggakan, dan UPJ mampu bersaing ditingkat internasional," ujar Taufik Panji Wasesa, dosen Desain Produk yang juga turut menjadi juri Invention, Innovation and Design pada AICAD 2018.*

Baca juga: Mahasiswa Indonesia menang kompetisi desain logo ASEAN

Baca juga: Mahasiswa UGM raih prestasi diplomasi di Thailand


 

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar