Turnamen Pramusim IBL pamerkan kemampuan pemain lokal

Turnamen Pramusim IBL pamerkan kemampuan pemain lokal

Direktur Liga Bola Basket Indonesia (IBL) Hasan Gozali (kedua dari kanan) memberikan keterangan dalam peluncuran turnamen pramusim IBL musim 2018-2019, "IBL Go-Jek Tournament" di Jakarta, Kamis (11/10/2018). (Liga Bola Basket Indonesia/IBL)

Jakarta (ANTARA News) - Turnamen pramusim yang digelar Liga Bola Basket Indonesia (IBL) bertajuk "IBL Go-Jek Tournament" pada 14-21 Oktober 2018 menjadi ajang memamerkan kemampuan pemain lokal, kata Direktur IBL Hasan Gozali. 

"Turnamen ini memang khusus ditujukan untuk pemain lokal, terutama pemain debutan, agar mereka dapat memperlihatkan kemampuan mereka," ujar Hasan dalam peluncuran "IBL Go-Jek Tournament" di Jakarta, Kamis. 

Dia melanjutkan, 10 tim peserta IBL siap menurunkan para pebola basket nasional terbaiknya dalam kompetisi yang akan berlangsung di Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah tersebut. 

Seluruh klub bersaing memperebutkan hadiah total sebesar Rp75 juta, dengan rincian juara mendapatkan Rp50 juta dan peringkat kedua Rp25 juta. 

"Selain itu, akan ada gelar pemain terbaik atau MVP partai final," kata Hasan. 

Sementara terkait dipilihnya Kota Solo menjadi tempat pelaksanaan, Hasan menyebut keputusan itu diambil atas kesepakatan dengan pihak sponsor, Go-Jek. Lalu, Solo dianggap strategis karena posisinya berada di tengah-tengah Pulau Jawa.

Soal teknis, Hasan memaparkan bahwa di IBL Go-Jek Tournament, ke-10 tim peserta akan dibagi dalam dua pul. Anggota pul akan diundi pada rapat teknis yang berlangsung Sabtu (12/10), kecuali Satria Muda Pertamina dan Pelita Jaya Basketball. 

Sebagai juara dan "runner up" IBL musim 2017-2018, Satria Muda dan Pelita Jaya akan langsung mengisi masing-masing satu tempat di setiap pul. Nantinya, dua tim terbaik dari masing-masing pul langsung lolos ke semifinal. 

Apresiasi 

Turnamen pramusim IBL itu pun mendapatkan apresiasi dari klub, termasuk pelatih dan para pemain. 

Pelatih Bogor Siliwangi Ali Budimansyah menganggap kompetisi itu penting sebagai persiapan klub untuk IBL musim 2018-2019.

"Bagaimanapun, klub-klub membutuhkan persiapan sebelum liga dimulai," tutur Ali. 

"Point guard" Satria Muda Pertamina, Hardianus Lakudu juga menyambut baik kehadiran turnamen tersebut. 

Menurut Hardianus, pemain-pemain lokal juga harus diberikan kesempatan unjuk kemampuan. Sebab, nantinya di liga, waktu bermain pebola basket lokal terpotong karena kehadiran pemain-pemain asing. 

"Para pemain lokal akan membuktikan bahwa mereka kemampuan mereka juga baik," kata Hardianus. 

Adapun bagi pemain debutan IBL seperti Sabdayegra Ahessa di tim Bogor Siliwangi, turnamen pramusim menjadi kesempatan untuk memperlihatkan bahwa mereka pantas berlaga di level profesional. 

"Ini kesempatan kami memperlihatkan kemampuan yang kami punya. Kami juga bisa mendapatkan gambaran bertanding di liga seperti apa," ujar Sabdayegra, yang berposisi sebagai forward. 

Baca juga: Bali gelar satu seri IBL 2018-2019
Baca juga: Stapac Proyeksikan Agassi Goantara Gantikan Prastawa
Baca juga: Lima klub pilih debutan asing dalam IBL

Pewarta: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar