Resensi film

"First Man", kisah pergolakan hati Neil Armstrong

"First Man", kisah pergolakan hati Neil Armstrong

Film "First Man" (Universal Pictures)

Jakarta (ANTARA News) - Dunia mengenal sosok Neil Armstrong sebagai manusia pertama yang berhasil menginjakkan kaki di bulan.

Namun tidak banyak orang yang tahu mengenai gejolak batin yang dirasakan Neil Armstrong ketika menerima misi pendaratan manusia di bulan.

Inilah yang akan ditampilkan dalam film biopik berjudul "First Man" garapan sutradara Damien Chazelle.

Film ini mengisahkan Neil Armstrong (Ryan Gosling) astronot NASA yang mendapat misi pendaratan di bulan. Misi yang terbilang sangat ambisius, ditengah keterbatasan teknologi yang ada saat itu.

Dalam upayanya menyelesaikan misi tersebut, Neil mengalami banyak pertentangan dalam batinnya. Terutama mengenai keluarganya dan juga keselamatannya.

Bagaimana cara Neil Armstrong menghadapi pergolakan dalam batinnya tersebut hingga akhirnya mampu menjadi manusia pertama yang mendarat di bulan.

Film "First Man" mengajak penonton menyelami sisi lain kehidupan dari seorang Neil Armstrong sebagai astronot yang jarang diketahui. Drama yang disajikan dalam film ini juga akan menguras emosi penonton.

Visual yang ditampilkan pun begitu luar biasa, seolah diajak menyaksikan para astronot ketika menjalani tugasnya.

Sayangnya pengambilan kamera yang terlalu banyak shaking akan menjadi mengganggu bagi sebagian orang yang tidak nyaman menyaksikan.

Film ini juga dibintangi oleh Corey Stoll, dan Lukas Haas, dan Claire Foy. "First Man" mulai tayang di bioskop Indonesia pada tanggal 10 Oktober 2018.

Baca juga: First Man, biopic astronot Neil Amstrong

Baca juga: Emma Stone tak bisa bayangkan hidup tanpa Ryan Gosling

 

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar