Muhaimin ingatkan mahasiswa jaga persahabatan meski berbeda pilihan politik

Muhaimin ingatkan mahasiswa jaga persahabatan meski berbeda pilihan politik

Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar berfoto bersama mahasiswi dan dosen Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero di Kabupaten Sika, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (10/10). Muhaimin mengingatkan para mahasiswa akan pentingnya terus menjaga persahabatan dan pertemanan jangan sampai putus hany akrena perbedaan pilihan politik. (Humas MPR)

Sikka (ANTARA News) - Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar mengingatkan para mahasiswa akan pentingnya terus menjaga persahabatan dan pertemanan jangan sampai putus hany akrena perbedaan pilihan politik.

"Tahun politik ini suasana bisa jadi akan agak panas. Namun persahabatan jangan sampai putus. Pertemanan jangan sampai menjauh. Kalau ada apa-apa,  yang bantuin kita nanti juga pasti sahabat dan tetangga. Jadi jagalah supaya silaturahmi jangan buyar karena politik. Rugi sendiri nanti,” kata Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar dalam siaran pers yang diterima Antara Jakarta< Kamis (11/10).

Pernyataan tersebut disampiakan Muhaimin dihadapan 1006 mahasiswa STFK,  rektor STFK Otto Gusti Madung dan para dosen, saat melakukan kunjungan ke Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero di Kabupaten Sika, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
.
Baca juga: PKB serukan satukan Indonesia

Selain meninjau dan berdialog dengan para pastor, frater dan mahasiswa, Muhaimin juga mengajak para civitas untuk menjaga persahabatan, meski memiliki pandangan politik yang berbeda.

"Saya sebagai ABG alias Anak Buah Gus Dur tetap mengawal komitmen beliau untuk Indonesia yang bersatu dan beragam. Saya takjub juga bahwa Gus Dur pernah menginap di STFK sini. Bangganya saya jadi ABG, " kata  Ketua Umum PKB tersebut.

Kunjungannya dilanjutkan dengan menghadiri acara doa bagi warga Palu, Donggala, di depan Sikka Convention Centre. Acara doa tersebut dipimpin oleh Uskup Maumere Mgr. Ewaldus Martianus Sadu.

"Palu dan Donggala adalah kesedihan kita bersama. Doa dan penggalangan dana adalah bentuk solidaritas kita kepada mereka. Buktikanlah cinta kita kepada Tuhan dengan mencintai ciptaanNya yang tengah berduka," tutur sang Uskup dalam doanya.

Dalam rangkaian acara Malam 1000 Lilin itu, panitia juga mengadakan penggalangan dana dan berhasil mengumpulkan bantuan dana senilai Rp70.640.000,00.(KR-KAT)

Pewarta:
Editor: Jaka Sugiyanta
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar