Samsung perkenalkan Galaxy A7

Samsung perkenalkan Galaxy A7

Samsung Galaxy A7 memakai susunan tiga kamera di belakang dan satu kamera untuk swafoto, (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)

Kuala Lumpur (ANTARA News) - Bersamaan dengan peluncuran Galaxy A9, Samsung Electronics juga memperkenalkan seri A lainnya yaitu A7 dengan desain pemindai sidik jari di sisi kanan.

“Kami memberikan inovasi terbaru di model-model ponsel terbaru kami,” kata Wakil Direktur Samsung Asia Tenggara dan Oseania, Eugene Goh, saat peluncuran di Kuala Lumpur, Kamis.

Samsung kali ini menaruh pemindai sidik jari, fingerprint scanner, di sisi kanan bodi ponsel, bukan lagi di home button atau di bodi bagian belakang. Pemindai sidik jari ini terletak di bawah tombol volume.

Pemindai sidik jari ini, selain untuk membuka kunci, juga berfungsi sebagai tombol daya atau power button. Jika ditekan, pemindai ini akan mengaktifkan opsi untuk mematikan ponsel.

Samsung merasa pemindai sidik jari yang berada di samping akan menyederhanakan cara pemakaiannya, sekaligus memberikan pengalaman yang “seamless” atau tanpa batas pada penggunanya.
 
Samsung Galaxy A7 memakai susunan tiga kamera di belakang dan satu kamera untuk swafoto. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)


Hal baru lainnya yang disematkan Samsung di Galaxy A7 berupa susunan trio kamera di bagian belakang, dengan kamera utama sebesar 24MP.

Kamera lainnya dibekali lensa ultra wide 120 derajat, berukuran lebih kecil dari kamera utama yaitu 8MP. Kamera terakhir berupa lensa depth.

Samsung juga memasang lensa 24MP untuk swafoto.
 
Samsung Galaxy A7 memakai susunan tiga kamera di belakang dan satu kamera untuk swafoto. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)


Samsung menyediakan warna-warna yang mencolok untuk seri A7, yaitu biru, merah muda, emas dan warna hitam yang klasik, semuanya dikemas dalam bodi yang mengilap atau glossy.

Di Indonesia, ponsel ini akan dipasarkan seharga Rp4,499 juta, pra-pemasanan akan dimulai Jumat (12/10) hingga 19 Oktober melalui situs resmi Samsung.

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar