Pertemuan IMF-WB

Kemenpar gelar misi 10 destinasi pariwisata prioritas

Kemenpar gelar misi 10 destinasi pariwisata prioritas

Sejumlah wisatawan memadati Candi Borobudur di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Magelang, Jawa Tengah, Selasa (19/6/2018). Candi Borobudur sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas. (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Objek wisata Candi Borobudur tahun ini menargetkan kunjungan 4,5 juta wisatawan Nusantara (wisnu) dan akan meningkat menjadi lima juta Wisnus pada 2019.
Kuta, Bali, (ANTARA News) - Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar misi penjualan 10 destinasi pariwisata prioritas yang dijadikan andalan mendatangkan wisatawan nusantara dan mancanegara.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani usai membuka acara tersebut di Kuta, Bali, Kamis, mengatakan keberadaan Candi Borobudur sebagai satu di antara 10 destinasi pariwisata prioritas (DPP) menjadi andalan dalam mendatangkan wisatawan mancanegara maupun menggerakan wisatawan nusantara (Wisnus) di Tanah Air di antaranya ke Candi Borobudur.

"Objek wisata Candi Borobudur tahun ini menargetkan kunjungan 4,5 juta wisatawan Nusantara (wisnu) dan akan meningkat menjadi lima juta wisnus pada 2019.

Ia mengatakan dalam ajang ini, DPP Borobudur dengan memfasilitasi 10 industri pariwisata (travel agent, tour operator, hotel, resort, homestay, dan desa wisata) dari Yogyakarta dan Jawa Tengah sebagai "sellers" untuk bertemu bisnis dalam "table top" dengan 50 industri pariwisata Bali sebagai "buyers".

"Kegiatan misi penjualan ini sebagai upaya mendorong peningkatan kunjungan wisnu melalui penjualan paket-paket wisata ke Borobudur yang tahun ini mentargetkan 4,5 juta wisnus dan akan meningkat menjadi 5 juta wisnus pada tahun depan," ujarnya.

Ni Wayan Giri menjelaskan, dipilihnya Bali sebagai tempat untuk memasarkan paket wisata Candi Borobudur dengan mempertimbangkan kemudahan unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas), utamanya konektivitas penerbangan langsung dari Bali ke Semarang, Jawa Tengah maupun ke Yogyakarta.

Dikatakan, penerbangan dari Bali ke Semarang tercatat sebanyak 10 penerbangan per hari dengan maskapai Garuda, Citilink, Lion, Wings dan Nam Air, sedangkan ke Yogyakarta delapan kali penerbangan dengan Garuda, Wings, Air Asia dan Nam Air.

"Kegiatan misi penjualan ini sebagai bagian dari strategi memasaran 10 DPP dengan pendekatan DOT (Destination, Origination, dan Time)," ucapnya.

Menurut Ni Wayan Giri seraya adapun 10 DPP tersebut, yakni Danau Toba, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Candi Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Morotai, Wakatobi, Labuan Bajo dan Mandalika (Lombok).

Baca juga: Pemerintah perlu menambah destinasi wisata prioritas

Pewarta:
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar