Tiga warga hilang akibat banjir Tanah Datar

Tiga warga hilang akibat banjir Tanah Datar

BATUSANGKAR, 30/3 - GALODO KEDUA, Seorang warga melintas dibatu-batuan besar bercapur tanah yang dibawa arus air dari Gunung Merapi (galodo kedua) di Desa Pasir Laweh, Kecamatan Sungai Tarab, kabupaten Tanah Datar, Sumbar, Senin (30/3). FOTO ANTARA/maril Gafur/ed/pd/09 (ANTARA/MARIL GAFUR)

Batusangkar, Sumbar (ANTARA News) - Sebanyak tiga orang warga Jorong Piubuh Nagari Tanjuang Bonai Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar dilaporkan hilang akibat banjir bandang yang melanda daerah tersebut pada Kamis sore.

"Korban yang masih belum ditemukan diperkirakan 3 orang, yaitu 1 orang ibu dengan 2 orang anaknya," kata Kapolres Tanah Datar AKBP Bayuaji Yudha Prajas di Batusangkar, Kamis malam.

Ia menyebutkan hujan deras yang mengguyur sebagian besar daerah di Tanah Datar mengakibatkan 5 unit rumah dan 1 unit tempat penggilingan padi di Jorong Piubuh Nagari Tanjuang Bonai terdampak banjir.

Menurutnya, hingga saat ini petugas sudah mengevakuasi sebanyak 14 orang masyarakat dengan kondisi trauma dan luka ringan.

"Sampai saat ini petugas gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban" ujarnya.

Baca juga: Longsor timbun rumah di Padang Pariaman

Selain itu, di jalan umum Kalo Kalo juga terjadi tanah longsor yang menimpa sepeda motor dengan 2 orang penumpang.

Ia menyebutkan, dari dua korban tersebut satu orang selamat sementara satu lainnya tertimbun tanah dan sedang dilakukan evakuasi.

"Hingga saat ini kami bersama petugas gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD serta masyarakat terus melakukan pencarian," ujarnya.

Hujan deras juga mengakibatkan longsor di daerah Ranah Batu Nagari Tanjung Bonai Kecamatan Lintau Buo Utara yang mengakibatkan dua orang warga meninggal dunia.

Hujan deras yang melanda daerah tersebut mengakibatkan banjir dan longsor yang dimulai sekitar pukul 18.30 WIB dan merusak sejumlah bangunan dan infrastruktur.  

Baca juga: Dua meninggal tertimbun longsor di Tanah Datar

Pewarta:
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar