Jelang APEC, PNG minta dukungan keamanan di perbatasan

Jelang APEC, PNG minta dukungan keamanan di perbatasan

APEC (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

Jayapura (ANTARA News) - Menjelang pelaksanaan Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) yang dilaksanakan di Port Moresby, ibukota Papua Nugini, negara yang berbatasan langsung dengan Papua meminta dukungan keamanan.

Permintaan dukungan keamanan itu disampaikan saat pertemuan delegasi tentara PNG (PNG Defence Force) dengan Kodam XVII/ Cenderawasih yang dipimpin Kasdam XVII Brigjen TNI Nyoman Chantiyasa di Jayapura, Rabu (10/10), kata Atase Pertanahan RI di KBRI Port Moresby, Kol Inf Anggara Sitompul kepada Antara, Jumat.

Dia mengatakan, dalam pertemuan tersebut delegasi tentara PNG dipimpin Brigjen Mulu berlangsung penuh keakraban.

APEC di Port Moresby dijadwalkan berlangsung 17-18 November dihadiri 20 negara.

Sementara itu Waka Pendam XVII Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi secara terpisah mengatakan, situasi keamanan di sepanjang perbatasan RI-PNG kondusif baik di utara maupun selatan Papua.

Situasi keamanan itu sudah disampaikan Kasdam XVII Cenderawasih Brigjen TNI Nyoman Chantiyasa saat menerima kunjungan kehormatan delegasi tentara PNG (PNG Defonce Force) yang dipimpin Brigjen Mulu.

Dalam pertemuan yang berlangsung dengan penuh persahabatan itu delegasi PNG didampingi Atase Pertahanan di KBRI Port Moresby, Kol Inf Anggara Sitompul, Kasdam XVII Cenderawasih menyampaikan dukungan penuhnya dengan menciptakan situasi keamanan yang kondusif di sepanjang perbatasan.

"Kodam XVII Cenderawasih mendukung penuh dengan menciptakan situasi keamanan yang kondusif di perbatasan RI-PNG," kata Letkol Inf Dax yang turut hadir mendampingi Kasdam XVII Cenderawasih.

Enam batalyon yang tergabung dalam satuan tugas pengamanan perbatasan yang ditugaskan mengamankan perbatasan RI-PNG dari utara hingga selatan Papua.

Tercatat lima kabupaten dan kota yang wilayahnya berbatasan langsung dengan PNG yakni Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, Pegunungan Bintang, Merauke dan Kabupaten Boven Digul.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar