counter

Pertemuan IMF-WB

Presiden Jokowi berterima kasih atas nama NTB dan Sulteng

Presiden Jokowi berterima kasih atas nama NTB dan Sulteng

Presiden Jokowi berterima kasih atas atas nama NTB dan Sulteng di acara Plenary Session Annual Meeting IMF-WB 2018. (ANTARA/Hanni Sofia)

Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo menyampaikan terima kasih atas dukungan dan bantuan dari negara-negara sahabat atas nama masyarakat dan korban bencana alam di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Atas nama masyarakat Indonesia, saya menyampaikan terima kasih atas perhatian, dukungan dan bantuan dari saudara-saudara kira dari seluruh penjuru dunia untuk masyarakat NTB dan Sulawesi Tengah yg menjadi korban gempa dan tsunami," kata Presiden Joko Widodo pada Acara Opening Plenary Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Bali Nusa Dua Convention Center Bali, Jumat.

Presiden Jokowi memang dibanjiri ucapan dan simpati dari para kepala negara/pemerintahan negara-negara sahabat atas bencana yang terjadi di NTB dan Sulteng.

Bahkan saat Asean Leaders Gathering (ALG) yang digelar di sela pertemuan tahunan IMF-WB pun simpati disampaikan oleh seluruh kepala negara/pemerintahan negara-negara ASEAN kepada Presiden Jokowi secara langsung.

Bahkan sebelum Prenary Session Annual Meeting IMF-WB digelar, didedikasikan waktu khusus untuk mengheningkan cipta sejenak untuk para korban bencana di NTB dan Sulteng.

Menurut Presiden Jokowi, hal ini merupakan bukti persaudaraan dan rasa kemanusiaan masih tetap ada dan tumbuh di kalangan masyarakat dunia.

"Hal ini menunjukkan persaudaraan kita sangat erat, persaudaraan untuk kemanusiaan dan persaudaraan untuk menyelesaikan masalah bersama kita," kata Presiden Jokowi di depan para peserta Annual Meeting IMF-WB yang datang dari berbagai penjuru dunia.

Presiden Jokowi juga mendapatkan banyak tawaran bantuan kemanusiaan untuk para korban bencana di antaranya dari ADB.

Namun di tengah berbagai tantangan bencana yang terjadi di Indonesia, baik IMF, OECD, maupun ADB misalnya tetap menilai perekonomian Indonesia secara makro tetap solid dan sehat.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar