Pertemuan IMF-WB

Bank Dunia nilai teknologi digital bantu pengentasan kemiskinan

Bank Dunia nilai teknologi digital bantu pengentasan kemiskinan

Presiden Bank Dunia Jim Yong KIm mendorong sektor swasta untuk meningkatkan investasi berdampak positif pada penanggulangan perubahan iklim dalam seminar Berinvestasi untuk Dampak Positif: Apa yang Perlu Ditingkatkan, Jumat (12/10/2018) pada salah satu sesi Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia 2018 di Nusa Dua, Bali, 8-14 Oktober 2018. (Bank Dunia)

Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan penggunaan teknologi digital dapat membantu program pengentasan kemiskinan serta menyelesaikan persoalan kesenjangan yang terjadi di seluruh dunia.

"Negara-negara harus mendorong investasi secara efektif untuk menyiapkan diri terhadap masa depan yang terdampak oleh teknologi digital," kata Kim dalam menyampaikan pidato pada Sidang Umum Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali, Jumat.

Kim mengatakan penggunaan telepon pintar, internet maupun media sosial saat ini telah mengubah hidup banyak orang karena bisa menjadi sumber aspirasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendorong kesejahteraan.

Selain itu, tambah dia, pemanfaatan teknologi maupun proses otomatisasi dalam berbagai bidang bisa mengubah cara kerja seseorang, menciptakan profesi baru dan menghilangkan profesi lama yang tidak bisa beradaptasi dengan perubahan zaman.

"Inovasi dalam berbagai bidang bisa mengubah ruang lingkup pekerjaan, menciptakan profesi baru dan meningkatkan peluang kerja yang sebelumnya tidak ada beberapa tahun silam," ujar Kim.

Untuk itu, berbagai upaya mendorong pemanfaatan teknologi digital harus mulai dilakukan karena sebanyak delapan miliar orang diperkirakan telah memperoleh akses "broadband" pada 2025 dan sebagian besar diantaranya mempunyai telepon pintar.

"Teknologi ini harus bersinergi dengan upaya-upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan dan skill yang bermanfaat untuk mendorong kualitas hidup manusia," katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mewujudkan ekonomi inklusif di negara-negara Asia Timur.

"Teknologi sudah jelas bisa membantu, dan kita harus mendesainnya untuk memperkuat strategi perkembangan ekonomi yang inklusif," katanya.

Menurut dia, Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir, telah menikmati manfaat teknologi digital untuk menunjang kemakmuran.

Salah satu contohnya kehadiran penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi daring, Go-Jek, yang telah memungkinkan jutaan orang mengembangkan mata pencaharian mereka.

Sri Mulyani juga mengapresiasi inisiatif penciptaan aplikasi lainnya yang dapat menghubungkan masyarakat yang sebelumnya tidak terhubung.

"Orang-orang kini bisa bertransaksi secara efisien berdasarkan trust yang mereka saling bangun. Ide-ide ini luar biasa," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Baca juga: Menkeu ingatkan perkembangan teknologi digital harus direspon kebijakan yang tepat
 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar