Jonan: Rencana tata ruang harus diikuti pemetaan geologi

Jonan: Rencana tata ruang harus diikuti pemetaan geologi

Menteri ESDM Ignasius Jonan di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018). (ANTARA/Calvin Basuki)

Sudah mulai dipikirkan kalau gempanya 7 Skala Richter (SR) akan berbeda ongkos (bangunan) dengan 6 SR. Bahkan gempa 9 SR bisa 2 sampai 3 kali lebih mahal."

Jakarta (ANTARA News) - Rencana tata ruang di seluruh wilayah Indonesia harus ditinjau kembali berdasarkan pemetaan rawan bencana geologi,  kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, di Jakarta,  Jumat. 

"Dengan adanya otonomi daerah dan penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang diserahkan kepada Pemerintah daerah/kota, perlu peninjauan secara saintifik atau keilmuan daerah mana yang bisa digunakan untuk hunian manusia dalam berbagai kegiatan," kata Jonan. 

Penyusunan tata ruang wilayah  di setiap Kabupaten/Kota, imbuh Jonan, harus disertakan dengan analisa kegeologian melalui poin mitigasi bencana. Analisa ini penting kiranya dilakukan demi menghindari jumlah korban yang lebih besar apabila terjadi gempa bumi, gunung meletus dan tsunami. 

"Sudah mulai dipikirkan kalau gempanya 7 Skala Richter (SR) akan berbeda ongkos (bangunan) dengan 6 SR. Bahkan gempa 9 SR bisa 2 sampai 3 kali lebih mahal," tegasnya.

Ke depan, Jonan berharap ada institusi yang memegang otoritas dalam menginformasikan terkait wilayah layak huni berdasarkan kajian kegeologian. Terlebih secara keilmuan, aktivitas tektonik dan vulkanik dan besaran magnitudo belum bisa terdeteksi hingga saat ini.

"Saya kira harus ada otoritas mewakili negara yang menginformasikan kepada masyarakat luas terkait. Saran saya front runner-nya itu Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Badan geologi akan mendukung untuk bisa menjelaskan (potensi bencana geologi) dan ada pencegahan," harap Jonan.

Hal ini dipermudah dengan adanya peta rawan bencana yang sudah disusun oleh Badan Geologi Kementerian ESDM dan dikirimkan setiap bulan kepada Pemerintah Daerah.

Sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, pentingnya diseminasi informasi dini terkait bencana geologi kepada masyarakat akan meningkatkan kesadaran masyarakat. "Dalam rapat terbatas bersama Presiden, beliau mengatakan saya minta diinformasikan sedini mungkin dan secara betul biar masyarakat juga siap," ungkap Jonan.

Baca juga: Badan Geologi akan petakan daerah rawan likuifaksi

Baca juga: Badan Geologi siapkan rekomendasi teknis rekonstruksi Palu

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar