Pertemuan IMF-WB

IMF-WB - Transisi keterampilan kunci optimalisasi transformasi digital

IMF-WB - Transisi keterampilan kunci optimalisasi transformasi digital

Presiden Director McKinsey Indonesia Phillia Wibowo (tengah) bersama Chief Technology Officer at World Bank Group Lesly Goh (kanan) dan Sekretaris Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group Adi Budiarso (kiri) memberikan keterangan saat media briefing terkait 'Digital Transformation for All' di area penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10). (ICom/AM IMF-WBG/Zabur Karuru/hp/2018)

Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Transisi atau peralihan keterampilan kelompok pekerja menjadi kunci utama untuk mengoptimalisasi manfaat dari pengintegrasian teknologi atau transformasi digital yang terjadi di semua sektor, kata Presiden Direktur McKinsey Indonesia, Philia Wibowo.

"Kami meyakini bahwa digitalisasi akan menciptakan value bagi Indonesia. Estimasi kami, digital akan memberikan kontribusi senilai 150 miliar dolar AS bagi Indonesia," ujar Philia dalam pengarahan media di sela-sela Pertemuan IMF-WBG 2018 di Nusa Dua, Bali, Jumat.

Philia mengatakan bahwa McKinsey telah melakukan studi mengenai dampak dari transformasi digital, misalnya pengaruh otomatisasi atau penggunaan mesin terhadap pekerjaan.

"Kami telah melakukan analisis untuk Indonesia. Dalam analisis itu, kami pisahkan antara pekerjaan dan tugas karena yang diotomasi itu bukan pekerjaan tetapi tugas di dalam suatu pekerjaan," ujar dia.

Lebih lanjut, dari keseluruhan pekerjaan hanya sekitar 5 persen pekerjaan akan hilang karena otomasi. Namun, 30 persen tugas di dalam 60 persen keseluruhan pekerjaan akan terotomasi

Philia menyoroti bahwa transisi keterampilan menjadi tantangan utama untuk memetik manfaat dari perkembangan digitalisasi yang terjadi di banyak area.

Menurut dia, McKinsey memperkirakan sekitar 23 juta pekerjaan akan hilang di Indonesia akibat transformasi digital. Namun, di satu sisi perkembangan ekonomi, salah satunya pembangunan infrastruktur, juga memunculkan kebutuhan hingga 20-40 juta pekerjaan.

"Jadi pada dasarnya net job masih memeroleh tambahan, namun transisi keterampilan kemudian menjadi tantangan. Untuk mendapatkan hal tersebut, maka transisi keterampilan harus diupayakan," ujar Philia.

Peran pemerintah dalam mendorong transformasi digital ke arah yang positif menjadi penting. Philia menilai pemerintah perlu mengetahui kebutuhan dari masyarakat dan memiliki tujuan yang jelas terkait digitalisasi.

Baca juga: Bank Dunia nilai teknologi digital bantu pengentasan kemiskinan

Pewarta: Calvin Basuki
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar