counter

Gerindra jadikan kritik Andi Arief sebagai "suplemen"

Gerindra jadikan kritik Andi Arief sebagai "suplemen"

Prabowo Subianto. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww/18.

Jakarta (ANTARA News) - Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menilai kritik yang disampaikan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief merupakan "suplemen" bagi Koalisi Prabowo-Sandi.

"Kritik dari internal koalisi biasa saja. Faktanya Prabowo sangat sering dan rajin keliling Indonesia," kata Riza Patria di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.

Hal itu dikatakannya menanggapi kritik Andi Arief dalam akun Twitter bahwa dirinya menangkap kesan Prabowo kurang serius menjadi presiden. Andi melihat Prabowo jarang keliling ke seluruh wilayah Indonesia untuk menemui dan menyapa masyarakat.

Riza mengakui bahwa saat ini terlihat Sandiaga yang lebih sering keliling Indonesia karena yang bersangkutan baru ikut dalam kontestasi pemilu presiden (pilpres) sehingga harus memperkenalkan diri kepada masyarakat.

"Sandi baru jadi cawapres, tentu perlu memperkenalkan kepada masyarakat. Sandi memang rajin keliling, sekarang ada di Yogja, sebelumnya di Jawa Timur, pekan depan di Jawa Barat dan seterusnya itu memang sudah kita program," ujarnya.

Riza mengatakan pihaknya sudah memprogram kunjungan Prabowo dan Sandi ke berbagai daerah namun yang terlihat di publik hanya Sandi.

Hal itu disebabkan dalam beberapa kunjungan Prabowo ke daerah menemui tokoh-tokoh masyarakat sehingga belum bisa dipublikasikan.

"Namun pada prinsipnya Prabowo sangat serius, memang kami selalu senyap," katanya.

Riza menegaskan bahwa koalisi Prabowo-Sandi solid menghadapi Pilpres 2019. Pihaknya mengklaim memiliki cara dan strategi tersendiri dalam memenangkan kontestasi.

Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief dalam akun Twitter-nya mengatakan dirinya menangkap kesan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto kuranf serius mau menjadi presiden.

Andi menilai capres harus aktif keliling Indonesia karena tidak ada rumus ajaib untuk menang dalam kontestasi pilpres.

Menurut dia, kalau Prabowo agak "males-malesan" tidak mungkin partai pendukungnya yang super aktif.

"Prabowo harus keluar dari Kertanegara untuk kunjungi rakyat, sapa dan peluk cium dan sampaikan apa yang akan dilakukan kalau menang di tengah ekonomi yang sulit," ujarnya.

Andi menilai saat ini parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf sedang sibuk agar lolos ambang batas parlemen sehingga harus dimanfaatkan Prabowo dengan aktif berkeliling Indonesia untuk mendulang suara.

Baca juga: Ratusan santri mendoakan Prabowo-Sandiaga
Baca juga: Prabowo puji program ekonomi kerakyatan LDII
Baca juga: Gerindra: Pilpres 2019 masa terberat Prabowo

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar