counter

Prabowo bantah jiplak slogan Donald Trump

Prabowo bantah jiplak slogan Donald Trump

Bakal calon presiden Prabowo Subianto tiba untuk menjalani tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Senin (13/8/2018). KPU menyelenggarakan tes kesehatan bagi para kandidat capres dan cawapres Pilpres 2019. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww/18).

Tidak jiplak, masa kamu tidak mau Indonesia kuat ...
Jakarta (ANTARA News) - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto membantah pernyataannya terkait "Make Indonesia Great Again" menjiplak slogan kampanye yang digunakan Donald Trump di Pemilu Amerika Serikat 2016.

"Tidak jiplak, masa kamu tidak mau Indonesia kuat," kata Prabowo menjawab pers, usai menghadiri Silaturahmi Kebangsaan yang diadakan Pergerakan Indonesia Maju (PIM) di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat malam.

Dia mengatakan kalau bangsa lain boleh mengatakan "Make America Great Again", masa dirinya tidak boleh mengatakan "Make Indonesia Great Again".

Prabowo menginginkan bangsa Indonesia kuat dan rakyatnya tidak miskin.

"Masa kalian tidak bangga menjadi orang Indonesia. Ini bukan menjiplak, saya ingin bangsa Indonesia kuat," ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo mempertanyakan mengapa tidak ada pemimpin Indonesia yang berani berbicara lantang seperti presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memiliki semboyan "America First" dan "Make America Great Again".

Hal itu dikatakannya saat berpidato dalam acara Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin di Pondok Gede, Jakarta, Kamis (11/10).

"Dia mengatakan 'America First' dan mengatakan 'Make America Great Again". Kenapa kok bangsa Indonesia tidak berani mengatakan bagi Bangsa Indonesia, Indonesia `First`. `Make Indonesia Great Again`," kata Prabowo.

Dia mengatakan kenapa tidak ada pemimpin yang berani mengatakan, "yang penting adalah pekerjaan untuk rakyat Indonesia".

Baca juga: Gerindra: "Make Indonesia Great Again" maksudnya mengedepankan rakyat
Baca juga: PKPI pertanyakan slogan "Make Indonesia Great Again"

 

Pewarta:
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar